- Dok. BNPP
Potensi Perbatasan Laut Perlu Didongkrak secara Terintegrasi, BNPP RI Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Dari sisi daerah, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nunukan, Yance, mengungkapkan potensi wisata laut di wilayah perbatasan, khususnya Pulau Sebatik.
Ia menyoroti sejumlah destinasi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Pantai Batu Lamampu dan Karang Unarang, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata minat khusus.
“Karang Unarang sebenarnya memiliki potensi wisata mancing yang kuat. Di sana sudah ada bagan yang sekaligus menjadi pilar keamanan. Ini bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata, tentu dengan dukungan infrastruktur dan perencanaan yang matang,” kata Yance.
Ia juga menambahkan perlunya pengembangan potensi alam di wilayah Krayan yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan BNPP RI, Ismawan Harijono, menilai pengembangan pariwisata di kawasan perbatasan harus didukung kolaborasi lintas kegiatan, termasuk penyelenggaraan event dan pameran berskala nasional maupun internasional.
“PLBN memiliki potensi besar sebagai simpul kegiatan. Di PLBN Badau, misalnya, potensi ikan arwana bisa dikembangkan menjadi event pariwisata tematik yang menarik wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Dari sektor perdagangan, perwakilan Kementerian Perdagangan menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pelaku usaha di wilayah perbatasan dapat dilakukan melalui pelatihan ekspor-impor, baik secara daring maupun melalui pusat pelatihan khusus.
Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi produk, seperti sertifikat sanitari, fitosanitari, dan halal, agar UMKM di perbatasan mampu menembus pasar ekspor.
Di sektor kelautan dan perikanan, Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan melalui Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data dan Informasi Kenelayanan, Ilham, menyebut pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan perbatasan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Ia memaparkan keberhasilan di Kampung Nelayan Merah Putih Samber Binyeri, di mana pendapatan nelayan meningkat hingga 78 persen, seiring dengan kenaikan produksi dan penjualan ikan.
“Peningkatan ini tidak lepas dari dukungan infrastruktur seperti pabrik es dan cold storage, yang memungkinkan nelayan melaut lebih lama dan menjaga kualitas hasil tangkapan,” jelas Ilham.
Menurutnya, tantangan yang masih dihadapi meliputi keterbatasan kapasitas SDM nelayan, akses pembiayaan, serta infrastruktur pendukung.