- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Kadin Ungkap Dampak Kerja Sama RI–Korsel Rp173 Triliun, Diyakini Dongkrak Devisa dan Investasi
Lebih jauh, kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong transformasi industri berbasis nilai tambah.
Pemerintah: Hasil Nyata Kunjungan Presiden Prabowo
Kerja sama bernilai Rp173 triliun ini juga tidak lepas dari momentum kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto ke Korea Selatan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penandatanganan MoU menjadi salah satu hasil konkret dari kunjungan tersebut.
Dalam forum bertajuk “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul, Airlangga menyebut nilai total kerja sama mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun.
“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar dolar AS,” ujar Airlangga.
Ia hadir mewakili Presiden bersama Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani.
Perkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, kerja sama ini diharapkan menjadi pendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Kadin menilai, kemitraan dengan Korea Selatan dapat menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, investasi di sektor energi dan teknologi dinilai akan membantu Indonesia mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Fokus pada Pertumbuhan Inklusif
Anindya juga menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia mendorong keterlibatan global yang lebih luas serta peningkatan daya saing industri dalam negeri.
Dengan masuknya investasi besar dari Korea Selatan, diharapkan manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh sektor industri besar, tetapi juga menyentuh pelaku usaha kecil dan menengah.
Ia pun optimistis bahwa kerja sama ini dapat menjadi titik terang di tengah ketidakpastian global.
“Mudah-mudahan di tengah dunia yang tidak pasti, kita tetap bisa menemukan jalan agar Indonesia terus maju dan masyarakat semakin sejahtera,” kata Anindya. (ant/nsp)