news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Telkom menggelar GoZero% Grand Champion Innovation Festival..
Sumber :
  • Telkom

Gelar GoZero% Festival 2026, Telkom Pacu Inovasi Pengelolaan Sampah dan Energi Berkelanjutan

Melalui GoZero% Innovation Festival, Telkom mendorong lahirnya pendekatan yang lebih sistematis dan inovatif dalam mengoptimalkan pengelolaan limbah.
Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:23 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar GoZero% Grand Champion Innovation Festival pada 2–3 Maret 2026 di Telkom Landmark Tower, Surabaya. Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi inovasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang melibatkan karyawan Telkom dari berbagai regional untuk menghadirkan solusi pengelolaan limbah operasional yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.

Sebelum mencapai tingkat nasional, GoZero% Innovation Festival terlebih dahulu digelar di sejumlah wilayah Telkom Regional (TREG) I hingga V, yakni Bandung, Makassar, Medan, Tarakan, dan Yogyakarta. Berbagai gagasan terbaik dari masing-masing regional kemudian dipertandingkan di tingkat nasional melalui GoZero% Grand Champion Innovation Festival guna menentukan inovasi paling berdampak dan berpotensi diterapkan secara luas di lingkungan TelkomGroup.

Program ini menjadi ruang bagi lahirnya berbagai inovasi yang mengusung prinsip ESG sekaligus mendukung transformasi keberlanjutan perusahaan. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan dua pilar ESG Telkom, yaitu Save Our Planet dan Empower Our People.

Isu pengelolaan sampah dan limbah operasional saat ini semakin menjadi perhatian di berbagai perusahaan. Limbah seperti kabel, perangkat elektronik, hingga sampah perkantoran sering kali menumpuk tanpa pemanfaatan maksimal, padahal masih memiliki potensi untuk diolah menjadi solusi yang berkelanjutan. Melalui GoZero% Innovation Festival, Telkom mendorong pendekatan yang lebih terstruktur dan inovatif dalam mengoptimalkan pengelolaan limbah tersebut.

Direktur Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom, Dr. Runik Machfiroh, menilai program GoZero% memiliki peran penting dalam memperkuat komitmen keberlanjutan perusahaan dengan melibatkan karyawan secara aktif.

“Program ini tidak hanya meningkatkan awareness, tetapi juga mendorong tindakan nyata dari karyawan terhadap isu keberlanjutan,” ujarnya.

Rangkaian GoZero% Grand Champion Innovation Festival berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, para finalis mempresentasikan ide inovasi yang mereka kembangkan. Sementara itu, hari kedua diisi dengan kegiatan GoZero% Eco-Deep Dive di PLTSA Benowo sebagai bagian dari proses validasi dan pembelajaran langsung di lapangan.

Sebanyak lima tim finalis memaparkan inovasi mereka, yaitu MyCarbon dari TREG I, Ecoquest dari TREG II, Forec dari TREG III, Restylecle Transforming Uniforms Sustainability dari TREG IV, serta Clean Ocean IoT – CLEOO dari TREG V. Proses penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap prinsip ESG, potensi implementasi, dampak, keberlanjutan, serta tingkat inovasi. Dengan demikian, solusi yang terpilih tidak hanya bersifat konsep, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata.

Dari seluruh peserta, inovasi Forec dari TREG III berhasil meraih gelar juara. Inovasi ini mengusung konsep pengolahan limbah kabel menjadi material konstruksi dan paving. Solusi tersebut dinilai mampu menekan volume limbah sekaligus membuka peluang nilai ekonomi baru karena dapat diaplikasikan secara langsung.

Pada hari kedua, seluruh peserta mengikuti kegiatan GoZero% Eco-Deep Dive guna memperdalam pemahaman mengenai praktik pengelolaan limbah yang sejalan dengan program Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program tersebut dikelola oleh BPI Danantara dan menjadi salah satu prioritas nasional dalam agenda transisi energi.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Telkom terhadap upaya keberlanjutan serta transformasi energi di tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menekankan pentingnya keberlanjutan pembelajaran dari kegiatan tersebut.

“Salah satu objective dari Eco-Deep Dive ini adalah agar ilmu dan pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat dibawa kembali dan diimplementasikan di masing-masing regional,” ujar Gunawan.

Proses pembelajaran dilakukan melalui kunjungan langsung ke fasilitas PLTSA Benowo yang dikelola oleh PT Sumber Organik (PTSO). Pembangkit listrik tenaga sampah tersebut mampu mengolah sekitar 1.600 ton sampah setiap hari atau hampir 70 persen dari total timbulan sampah Kota Surabaya.

Dalam operasionalnya, PLTSA Benowo memanfaatkan teknologi Fermentasi Gas (Landfill Gas Power Plant) dengan kapasitas 1,65–2 MW serta teknologi Thermochemical (Gasifikasi Power Plant) berkapasitas 9 MW. Secara keseluruhan, fasilitas ini mampu menghasilkan sekitar 11 MW listrik.

Energi listrik yang dihasilkan setara dengan kebutuhan sekitar 11.000 rumah tangga dan disalurkan ke jaringan listrik nasional yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dalam sesi Eco-Deep Dive tersebut, para peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai proses pengolahan sampah menjadi energi listrik. Manager Operasional PLTSA Benowo, M. Ali Asyar, menjelaskan bahwa sampah yang dikelola di fasilitas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk bermanfaat, mulai dari air layak pakai, energi listrik, hingga kompos.

“Karakteristik sampah rumah tangga kita justru sangat baik untuk diolah menjadi energi,” jelasnya.

Melalui program ini, Telkom menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab lingkungan semata. Lebih dari itu, pengelolaan limbah juga dapat menjadi peluang untuk mendorong kreativitas, memberdayakan karyawan, serta menghadirkan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masa depan yang lebih berkelanjutan. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
02:32
06:19
12:51
01:04
03:54

Viral