- Telkom
Gelar GoZero% Festival 2026, Telkom Pacu Inovasi Pengelolaan Sampah dan Energi Berkelanjutan
Dari seluruh peserta, inovasi Forec dari TREG III berhasil meraih gelar juara. Inovasi ini mengusung konsep pengolahan limbah kabel menjadi material konstruksi dan paving. Solusi tersebut dinilai mampu menekan volume limbah sekaligus membuka peluang nilai ekonomi baru karena dapat diaplikasikan secara langsung.
Pada hari kedua, seluruh peserta mengikuti kegiatan GoZero% Eco-Deep Dive guna memperdalam pemahaman mengenai praktik pengelolaan limbah yang sejalan dengan program Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program tersebut dikelola oleh BPI Danantara dan menjadi salah satu prioritas nasional dalam agenda transisi energi.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Telkom terhadap upaya keberlanjutan serta transformasi energi di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menekankan pentingnya keberlanjutan pembelajaran dari kegiatan tersebut.
“Salah satu objective dari Eco-Deep Dive ini adalah agar ilmu dan pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat dibawa kembali dan diimplementasikan di masing-masing regional,” ujar Gunawan.
Proses pembelajaran dilakukan melalui kunjungan langsung ke fasilitas PLTSA Benowo yang dikelola oleh PT Sumber Organik (PTSO). Pembangkit listrik tenaga sampah tersebut mampu mengolah sekitar 1.600 ton sampah setiap hari atau hampir 70 persen dari total timbulan sampah Kota Surabaya.
Dalam operasionalnya, PLTSA Benowo memanfaatkan teknologi Fermentasi Gas (Landfill Gas Power Plant) dengan kapasitas 1,65–2 MW serta teknologi Thermochemical (Gasifikasi Power Plant) berkapasitas 9 MW. Secara keseluruhan, fasilitas ini mampu menghasilkan sekitar 11 MW listrik.
Energi listrik yang dihasilkan setara dengan kebutuhan sekitar 11.000 rumah tangga dan disalurkan ke jaringan listrik nasional yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dalam sesi Eco-Deep Dive tersebut, para peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai proses pengolahan sampah menjadi energi listrik. Manager Operasional PLTSA Benowo, M. Ali Asyar, menjelaskan bahwa sampah yang dikelola di fasilitas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk bermanfaat, mulai dari air layak pakai, energi listrik, hingga kompos.
“Karakteristik sampah rumah tangga kita justru sangat baik untuk diolah menjadi energi,” jelasnya.