- ist
Cerita Pertumbuhan GoTo: Perjalanan, Sejarah Investasi, hingga Tata Kelola Perusahaan
Jakarta, tvOnenews.com - Perusahaan rintisan yang sukses seringkali berawal dari ide sederhana yang mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Namun, upaya mengembangkan ide tersebut hingga dapat melayani jutaan konsumen membutuhkan lebih dari sekadar teknologi dan implementasi.
Untuk mewujudkannya dibutuhkan kepercayaan, modal, dan tata kelola perusahaan yang baik. Itulah perjalanan Gojek, yang kini menjadi Grup GoTo. Didirikan pada tahun 2010 sebagai call center, Gojek menjadi sebuah layanan yang memberikan dampak positif bagi pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra usaha.
Seiring waktu, Gojek juga berkembang menjadi sebuah gerakan yang menjangkau seluruh Indonesia, didorong oleh misi untuk mewujudkan hidup yang lebih baik bagi lebih banyak orang.
Baru-baru ini GoTo mendapatkan perhatian sehubungan dengan proses hukum yang melibatkan Nadiem Makarim, pendiri kami. Nadiem sendiri telah melepaskan seluruh jabatannya di Perseroan pada tahun 2019 sejak mengemban jabatan sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
Oleh karena itu, kami mengambil momentum ini untuk memberikan penjelasan terkait perjalanan kami, dari perusahaan rintisan menjadi perusahaan teknologi besar.
GoTo dan Investor Global
Seiring dengan pertumbuhan bisnis kami, berbagai investor global menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Perseroan, sebagai upaya mendapatkan eksposur terhadap ekonomi digital Indonesia. Salah satu investor tersebut adalah Google, yang pertama kali berinvestasi di Perseroan pada tahun 2017.
Google juga terus berpartisipasi dalam beberapa putaran pendanaan berikutnya bersama banyak investor global lainnya. Sebagian besar investasi Google, dilakukan sebelum tahun 2019 saat Nadiem belum ditunjuk sebagai menteri.
Investasi Google tidak pernah dilakukan secara terpisah atau eksklusif, dan selalu menjadi bagian dari putaran pendanaan bersama dengan investor lainnya. Google tidak pernah menjadi pemegang saham mayoritas maupun pemegang saham pengendali Perseroan.
Seperti halnya dengan semua investor lain, partisipasi Google dalam setiap putaran pendanaan dilakukan secara profesional dan transparan, tanpa perlakuan khusus serta sepenuhnya mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Perjanjian Pengambilbagian Saham (Shares Subscription Agreement) selalu disetujui dan ditandatangani oleh setiap investor dalam setiap investasi.