news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Efek Ekonomi dari Pengembangan Mega Proyek Hilirasasi Bauksit di Kalimatan Barat.
Sumber :
  • istimewa

Efek Ekonomi dari Pengembangan Mega Proyek Hilirasasi Bauksit di Kalimatan Barat

Presiden Prabowo Subianto semakin gencar merealisasikan asta citanya, terutama melakukan pengembangan mega proyek hilirisasi bauksit di Kalimatan Barat.
Minggu, 8 Februari 2026 - 19:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto semakin gencar merealisasikan asta citanya, terutama membangkitkan ekonomi daerah-daerah yang ada di Indonesia. Terutama melakukan pengembangan mega proyek hilirisasi bauksit di Kalimatan Barat.

Pengembangan proyek ini, terkait pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina, aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat dan pengembangan ini diinisiasi oleh Grup MIND ID melalui Inalum, Antam, dan PTBA.

Bahkan berdasarkan informasi yang beredar, hal ini dinilai memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Selain itu, dikabarkan mega proyek hilirisasi terintegrasi ini akan menjadi motor untuk semakin memperkuat kinerja ekonomi daerah, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Berdasarkan data BPS, Ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian pada tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,90 persen. 

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 31,48 persen.

Dalam hal ini, Bupati Mempawah, Erlina menyampaikan bahwa kehadiran proyek hilirisasi menjadi motor transformasi ekonomi daerah yang sebelumnya bergantung pada aktivitas pertambangan bahan mentah. 

Hilirisasi, ia nilai mampu untuk semakin menggerakkan berbagai sektor ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Pertama adalah penyerapan tenaga kerja, itu yang paling penting. Kedua, akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi karena banyak masyarakat dari luar daerah yang datang. Hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah,” ujar Erlina.

Bahkan ia menjelaskan, dampak ekonomi dari proyek hilirisasi yang telah berjalan sebelumnya sudah mulai dirasakan masyarakat. 

Sejumlah usaha pendukung tumbuh di sekitar kawasan proyek, seperti homestay, rumah kos, serta berbagai usaha kuliner. Kondisi ini membuka sumber penghasilan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat lokal. 

“Dengan adanya proyek ini, kebutuhan akan tempat tinggal dan layanan pendukung meningkat. Ini menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

Selain dampak ekonomi jangka pendek, Erlina juga menyampaikan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) selaku operator proyek juga berdampak positif bagi masyarakat. 

Di sisi lain, ia juga berharap program CSR ke depan semakin terus dikembangkan sektor pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi, sehingga semakin banyak putra daerah yang memiliki kompetensi dan dapat bekerja di kawasan industri tersebut.

Saat ini, Grup MIND ID telah mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah untuk mengolah bauksit menjadi alumina. Fasilitas ini menjadi penghubung penting dalam rantai pasok hilirisasi bauksit–alumina–aluminium yang sebelumnya belum terintegrasi di dalam negeri.

Melalui prosesi groundbreaking terbaru, Grup MIND ID akan melanjutkan pengembangan ekosistem hilirisasi dengan membangun Smelter Aluminium Baru serta SGAR Fase II guna memperkuat integrasi dari hulu hingga hilir. 

Kemudian dalam kesempatan yang sama, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa kontribusi program hilirisasi terhadap perekonomian nasional terus menunjukkan peningkatan signifikan. 

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat hilirisasi karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah. 

“Jika kita lihat, kontribusi hilirisasi terus meningkat. Pada 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp580,4 triliun atau sekitar 30% dari total investasi nasional, meningkat 43,3% dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Rosan.

Ke depan, terang Rosan, pemerintah juga mendorong pemerataan pengembangan hilirisasi agar tidak hanya terpusat di wilayah tertentu seperti Maluku dan Sulawesi, tetapi meluas ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat. 

Langkah ini, kata dia, diharapkan mampu memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. (aag)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:08
01:30
03:26
01:09
03:47
02:01

Viral