- Bulog
Bulog Luncurkan Program Serapan Gabah di Maros, Siap Topang Target 4 Juta Ton untuk Menuju Ekspor Beras
Jakarta, tvOnenews.com - Perum Bulog menggelar panen raya sekaligus meluncurkan program serapan gabah petani di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional untuk mendukung target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026.
Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Bupati Maros Chaidir Syam, Bupati Gowa Husniah Talenrang, Ketua DPRD Maros Gemilang Pagessa, serta unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan Petugas Penyuluh Lapangan.
Panen raya ini menegaskan posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah penopang utama pangan nasional.
Momentum tersebut juga menandai percepatan penyerapan gabah petani oleh Bulog guna menjaga stabilitas harga dan memastikan hasil panen terserap secara optimal.
Kolaborasi antara Bulog, pemerintah daerah, serta aparat di lapangan dinilai berperan penting dalam melindungi harga gabah di tingkat petani dan memperkuat kepastian pasar bagi hasil panen.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengapresiasi peran aktif TNI, khususnya Babinsa, dalam mengawal harga gabah agar tetap sesuai ketentuan.
“Kalau tidak dibantu TNI, tengkulak masih banyak memukul harga. TNI turun, Dandim turun, Babinsa turun, alhamdulillah harga gabah sudah sesuai standar,” ujar Zulkifli Hasan, Jumat (6/2/2026)
Zulhas juga mengungkapkan rencana penguatan sistem logistik pangan melalui pembangunan gudang Bulog di Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa. Ia menyebut capaian serapan beras Bulog terus menunjukkan tren positif.
“Tahun lalu Bulog serap 3 juta ton setara beras. Tahun ini kita targetkan 4 juta ton. Kalau tercapai, insyaallah kita tidak hanya tidak impor, tapi bisa ekspor beras,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa Sulawesi Selatan memegang peran strategis dalam sistem ketahanan pangan nasional.
“Selain sentra produksi pertanian di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan merupakan wilayah strategis sebagai penyangga pangan nasional. Dengan dukungan pemerintah melalui sarana dan prasarana pertanian, kami optimistis produksi beras di Sulsel akan semakin meningkat dan penyerapan gabah dapat berjalan optimal," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.