news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Para pemenang kompetisi BTN Housingpreneur 2025..
Sumber :
  • BTN

Menang BTN Housingpreneur 2025, Para Inovator Muda Siap Perkuat Ekosistem Perumahan

Para pemenang kompetisi BTN Housingpreneur 2025, menilai ajang tersebut memberikan ruang apresiasi yang jarang ditemukan bagi inovator muda di Indonesia.
Senin, 2 Februari 2026 - 21:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Para pemenang kompetisi BTN Housingpreneur 2025 optimistis inovasi yang mereka kembangkan mampu memberikan solusi nyata bagi berbagai tantangan di sektor perumahan.

Didominasi generasi muda, para inovator berharap dapat menjalin kolaborasi dengan pelaku ekosistem perumahan nasional agar gagasan yang dihasilkan dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.

Harapan tersebut disampaikan para peraih juara pertama dari berbagai kategori usai menerima penghargaan dan hadiah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam acara penganugerahan yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu, 31 Januari 2026.

Salah satu pemenang dari kategori mahasiswa adalah Ali Sulas Hidayat bersama timnya dari Palembang yang mengikuti cabang Business Ideation untuk kategori Housing Related Innovation.

Mereka memperkenalkan GeofloodAI, sebuah aplikasi berbasis machine learning yang dirancang untuk menganalisis potensi risiko banjir di suatu wilayah, sehingga proses pengambilan keputusan dalam pembangunan atau pembelian properti dapat dilakukan secara lebih aman dan terukur.

“Inovasi ini menyelesaikan masalah yang sering terlewat di sektor properti, terutama untuk konsumen ritel dan developer. Untuk konsumen ritel, biasanya sulit menentukan apakah lokasi perumahan untuk rumah yang akan mereka beli itu banjir atau tidak. Jadi biasanya kita hanya bisa tanya kanan-kiri, cek berita, tapi informasi yang didapat belum tentu valid juga,” ujar Ali dikutip Senin (2/2/2026).

Ali menjelaskan, gagasan aplikasi tersebut berawal dari tesis magister yang kemudian diuji melalui user testing kepada sekitar 50 pengguna. Langkah ini dilakukan agar hasil riset akademik tidak berhenti di ranah teori, melainkan dapat dimanfaatkan secara praktis oleh masyarakat.

Tim GeofloodAI mengembangkan perangkat analitik untuk mendeteksi potensi banjir melalui pemodelan matematis yang didukung riset berbasis jurnal ilmiah. Dengan teknologi machine learning, data dikumpulkan dari berbagai sumber melalui metode crowdsourcing, mencakup data hidrologi dan geospasial.

“Jadi ketika user membuka aplikasi, user dapat melakukan tag lokasi untuk mengetahui apakah wilayah tersebut rawan banjir atau tidak, dan akan muncul scoring-nya,” ungkap Ali.

Ia menilai kompetisi BTN Housingpreneur memberikan ruang apresiasi yang jarang ditemukan bagi inovator muda di Indonesia. Minimnya ajang serupa, menurut Ali, kerap membuat banyak ide potensial kehilangan momentum, padahal kualitas inovasi anak bangsa tidak kalah dibandingkan negara lain di kawasan.

“Harapan saya ke depannya adalah bisa berkolaborasi dengan pelaku industri perumahan agar mereka tidak salah memutuskan ketika membangun proyek. Sebab ketika banjir menjadi masalah, uang yang sudah diinvestasikan bisa tenggelam dan proyeknya menganggur, reputasi juga bisa menjadi jelek dan konsumen juga rugi banyak,” tuturnya.

Peserta BTN Housingpreneur 2025 tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat umum yang memiliki produk pendukung sektor perumahan.

Salah satunya adalah Zamzam Multazam dari PT Inovasi Tangguh Bencana yang menghadirkan produk coating bernama Proteka untuk mengurangi risiko kerusakan bangunan akibat gempa bumi.

“Kami mencoba menghadirkan produk yang mudah diaplikasikan, bentuknya coating seperti cat biasa. Kalau kita aplikasikan ke dinding, itu bisa meningkatkan kapasitas meredam gempanya,” ujar Zamzam usai menerima trofi juara pertama.

Ia berharap, melalui BTN Housingpreneur, produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai solusi perkuatan atau retrofitting bangunan, terutama bagi sektor perumahan di Indonesia yang berada di kawasan rawan gempa.

Selain inovator teknologi, pengembang perumahan yang telah memiliki proyek berjalan juga ambil bagian dalam kompetisi ini. PT Infiniti Triniti Jaya melalui proyek Perumahan Mulia Gading Kencana di Jakarta meraih juara pertama kategori Affordable House Development untuk kelompok established business.

General Manager PT Infiniti Triniti Jaya, Halbert Kurniadi, menyampaikan bahwa proyek tersebut mengusung konsep perumahan subsidi dengan kualitas material yang terjaga karena pasokan langsung dari pabrik mitra. Selain itu, Mulia Gading Kencana juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengembangannya.

“Kita mendapatkan sertifikat bangunan gedung hijau. Ini yang pertama di Indonesia untuk perumahan subsidi. Sanitasi juga sudah menggunakan septic tank fiber. Artinya, rumah yang kami bangun adalah rumah yang nyaman, ramah lingkungan, bersirkulasi udara yang baik dan sanitasi yang baik. Semoga perumahan Mulia Gading Kencana dapat menjadi suatu percontohan bagi perumahan subsidi lain,” ujar Halbert.

Sementara itu, anggota Dewan Juri BTN Housingpreneur 2025 sekaligus pendiri BARDI Smart Home, Ryan Maurice Tallulah, menilai keikutsertaan pelaku usaha mapan menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kompetisi ini. Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari peran strategis BTN sebagai bank utama yang selama ini konsisten mengembangkan ekosistem perumahan nasional.

“Para established business masuk ke kompetisi ini dan berharap bisa menang, namun bukan untuk meraih hadiah ratusan juta rupiah, tetapi mereka berharap masuk ke dalam ekosistem BTN dan bisa mendapatkan orderan dari developer-developer yang sudah kerja sama bertahun-tahun dengan BTN,” ujar Ryan.

BTN Housingpreneur 2025 resmi dimulai pada 25 Oktober 2025 dan ditutup melalui rangkaian BTN Expo 2026 yang diselenggarakan di JICC. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:31
00:52
05:07
03:02
05:40
01:21

Viral