news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

IHSG Rontok hingga Trading Halt, Menkeu Purbaya: Cuma Shock Sentimen, Minggu Depan Pulih

Menurut Menkeu Purbaya, koreksi IHSG yang sangat dalam hingga sempat dari 8 persen bukan disebabkan oleh pelemahan fundamental ekonomi nasional.
Rabu, 28 Januari 2026 - 17:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Rabu (28/1/2026) bersifat sementara.

Ia memperkirakan pasar saham akan kembali pulih dalam waktu sekitar sepekan setelah guncangan sentimen mereda.

“Ini kan masih shock. Besok kan flat. Minggu depan lah Anda lihat minggu depan (pulih),” kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Menurut Purbaya, koreksi tajam IHSG yang sempat jatuh lebih dari 8 persen pada pukul 13.43 WIB bukan disebabkan oleh pelemahan fundamental ekonomi nasional.

Ia menegaskan, tekanan pasar lebih dipicu oleh faktor teknis dan sentimen negatif, terutama setelah adanya penilaian dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Cuman ini karena berita negatif tadi kan. Kita tidak dianggap transparan, free floatingnya enggak cukup besar, sehingga bisa dipermainkan harganya. Seperti itu,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, MSCI masih menilai terdapat persoalan serius terkait transparansi dan penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes, meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan sejumlah perbaikan minor. Sentimen tersebut kemudian diperparah oleh dinamika internal pasar.

Selain faktor eksternal, Purbaya menyoroti masih maraknya praktik penggorengan saham yang membuat pergerakan pasar menjadi tidak sehat. Kondisi ini, menurutnya, justru merugikan investor ritel yang berinvestasi berdasarkan fundamental, bukan spekulasi jangka pendek.

“Banyak penggoreng-penggoreng di pasar saham yang bebas berkeliaran untungnya banyak, sementara yang investor kecil mungkin sebagian dirugikan,” tuturnya.

Purbaya menegaskan, secara fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang kuat sehingga tidak selayaknya IHSG tertekan sedalam ini.

Ia menyebut pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada 2026.

“Karena pondasi ekonomi betul-betul kita perbaiki dengan serius. Saya sebetulnya enggak peduli indeks. Kalau ini (fundamental ekonomi) bagus, di sana otomatis naik,” ungkapnya.

Sebelumnya, IHSG langsung dibuka melemah tajam pada awal perdagangan pagi, dengan penurunan sebesar 6,8 persen ke level 8.369,48.

Tekanan jual berlanjut hingga awal sesi II, di mana IHSG kembali terperosok lebih dari 8 persen ke level 8.261,79 atau terkoreksi sekitar 718 poin, sehingga memicu penerapan mekanisme trading halt oleh otoritas bursa. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
04:54
01:29
01:03
01:32
08:21

Viral