- PNM
Di Balik Pemberdayaan Nasabah, Begini Cerita Insan PNM Tumbuh dan Mengabdi
Jakarta, tvOnenews.com - Di balik peran dan kontribusi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong kemajuan jutaan pelaku usaha ultra mikro di Tanah Air, terdapat dedikasi Insan PNM yang bekerja penuh ketulusan.
Mereka tidak hanya berperan sebagai pendamping nasabah, tetapi juga ikut tumbuh, berjuang, dan menemukan arti hidup melalui pengabdian di PNM.
Bagi sebagian besar Insan PNM, pekerjaan bukan sekadar aktivitas harian, melainkan perjalanan hidup yang sarat proses dan harapan. Pengalaman tersebut dirasakan Anisa Liana, Insan PNM Cabang Tegal, yang menganggap PNM sebagai bagian penting dalam berbagai fase hidupnya.
“Semenjak jadi AO (Account Officer) PNM rezekinya ada saja. Menjadi SAO (Senior Account Officer) waktu saya mau lamaran, lalu menikah empat bulan kemudian mengandung, alhamdulillah jadi KUM (Kepala Unit Mekaar), rezeki anak. Sekarang sudah 3,5 tahun, saya sudah bisa membeli beberapa hal yang dulu hanya jadi impian. Terima kasih PNM sudah menjadi bagian besar dari kehidupan saya,” tutur Anisa, Selasa (13/6/2026).
Pengalaman serupa juga dirasakan Julfa Tonggol, Insan PNM Cabang Manado. Ia menilai PNM menjadi ruang yang membantunya tumbuh mandiri sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
“Semenjak menjadi AO PNM, banyak hal bisa saya wujudkan dan saya bangga bisa berdiri di atas kaki sendiri. PNM adalah nyawa saya, karena kalau bukan karena PNM saya tidak bisa mewujudkan hal-hal yang dulu saya anggap tidak mungkin. Terima kasih PNM,” ujarnya.
Beragam kisah tersebut menggambarkan bahwa PNM tidak hanya berfokus pada pemberdayaan nasabah, tetapi juga memberi ruang bagi para karyawannya untuk berkembang secara profesional, sosial, dan personal.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, PNM secara berkelanjutan memberikan apresiasi kepada Insan PNM berprestasi, salah satunya melalui program penghargaan berupa perjalanan wisata ke Thailand.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa kekuatan utama PNM terletak pada ketulusan Insan PNM dalam menjalankan peran pendampingan.
“Bagi kami, mendampingi nasabah bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi panggilan hati. Insan PNM hadir untuk tumbuh bersama nasabah, merasakan perjuangan mereka, dan ikut menjaga harapan agar tetap menyala. Karena setiap perjuangan layak ditemani,” ujar Dodot.