- ANTARA/Raisan Al Farisi/wsj
Ada Stok 3,25 Juta Ton Beras, Bulog Gandeng BRIN untuk Siapkan Teknologi Pemeliharaan Bebas Kutu
Setiap indikasi penurunan kualitas atau gangguan hama segera ditangani dengan langkah cepat, termasuk fumigasi terukur agar tidak menyebar ke stok lainnya.
"Sehingga indikasi-indikasi penyakit (beras berkutu) itu tidak menyebar ke yang lain," ucap Rizal.
Upaya tersebut menjadi prioritas strategis perusahaan untuk memastikan beras tetap sehat, kuat, dan tahan lama selama masa penyimpanan hingga distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.
"Bulog itu selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas dari masing-masing produk beras," kata Rizal.
Sebelumnya, isu beras berkutu di gudang Bulog menjadi perhatian Komisi IV DPR RI. Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto mengungkap temuan beras impor yang telah berkutu saat kunjungan kerja ke Yogyakarta.
Kunjungan tersebut dilakukan pada masa reses DPR beberapa waktu lalu. Menurut Titiek, beras yang ditemukan merupakan stok impor dari tahun sebelumnya.
"Pada reses lalu, pada kunjungan kerja yang lalu, saya memimpin tim ke Yogya, dan kami meninjau Gudang Bulog. Di situ kami menemukan masih banyak beras sisa impor yang lalu di dalam Gudang Bulog yang sudah banyak kutu," kata Titiek Soeharto dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian, Selasa (11/3/2025). (ant/rpi)