- tvOnenews.com/Rilo Pambudi
BEI Siap Tancap Gas Awal 2026: 13 Perusahaan Antre IPO, Didominasi Konglomerat dan BUMN
Tak hanya itu, Medco Power dari Medco Group milik keluarga Panigoro, serta dua raksasa BUMN yakni Pertamina Hulu Energy (PHE) dan Inalum yang berada di bawah holding MIND ID, juga tercatat tengah menjalani proses persiapan intensif menuju IPO.
Ekspansi gurita bisnis Prajogo Pangestu di pasar modal dipastikan berlanjut. Dua entitasnya, Griya Idola yang terafiliasi dengan Barito Pacific serta INTAM (Intan Media) sebagai anak usaha CUAN, telah memasuki tahap finalisasi dan siap melantai menyusul emiten Barito lainnya.
Dari sisi swasta nasional, Grup RAJA milik Happy Hapsoro juga menyiapkan salah satu anak usahanya untuk IPO. Beberapa nama yang masuk radar antara lain Triguna Internusa Pratama, Petrotech Penta Nusa, dan Heksa Energi Mitraniaga.
Pipeline IPO awal 2026 semakin lengkap dengan hadirnya Orang Tua (OT) Group sebagai perwakilan raksasa sektor fast moving consumer goods (FMCG), serta Summarecon Investment Property yang memperkuat sektor properti di bursa.
Prospek dan Daya Tarik bagi Investor
Masuknya nama-nama besar seperti Blu by BCA Digital dan Pertamina Hulu Energy diperkirakan akan menjadi katalis positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selain itu, konsistensi ekspansi grup Barito melalui Griya Idola dan INTAM semakin mempertegas dominasi konglomerasi nasional di pasar modal.
Bagi investor, kehadiran Bank Jakarta sebagai representasi BUMD, serta perusahaan energi terbarukan seperti Medco Power dan Neo Energy, menawarkan opsi diversifikasi portofolio yang menarik. Kombinasi potensi pertumbuhan jangka panjang dan kekuatan fundamental menjadi daya tarik utama IPO awal 2026.
Dengan dukungan konglomerasi besar, fondasi BUMN yang solid, serta sektor usaha yang strategis, deretan IPO di awal tahun depan layak masuk dalam daftar pantau investor. Pasar kini menanti tahapan berikutnya, mulai dari pengumuman jadwal bookbuilding hingga penetapan harga resmi, yang akan menjadi penentu strategi investasi di awal 2026. (nsp)