- Antara/Xinhua/Alberto Lingria/nym
Paus Leo XIV Terpilih, Ini Fakta Soal Penghasilan Pemimpin Vatikan
Jakarta, tvOnenews.com – Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat resmi terpilih sebagai Paus Leo XIV dalam konklaf yang digelar di Kapel Sistina, Vatikan, pada Rabu-Kamis (7–8 Mei 2025).
Pemilihan dilakukan oleh 120 kardinal dari seluruh dunia setelah mundurnya Paus Fransiskus karena alasan kesehatan. Asap putih yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina pada Kamis malam menandai terpilihnya pemimpin tertinggi baru bagi 1,3 miliar umat Katolik dunia.
Seiring pengumuman tersebut, muncul kembali pertanyaan publik soal keseharian Paus, termasuk: apakah pemimpin tertinggi Gereja Katolik menerima gaji?
Paus Tidak Menerima Gaji
Berbeda dari kepala negara pada umumnya, Paus tidak menerima gaji formal. Dilansir dari Fox News, Vatikan hanya menanggung seluruh kebutuhan hidup Paus—seperti tempat tinggal, makanan, transportasi, dan layanan pribadi—dalam bentuk tunjangan. Artinya, tidak ada penghasilan tetap yang diberikan dalam bentuk gaji bulanan.
Mendiang Paus Fransiskus dikabarkan pernah ditawarkan gaji sebesar US$32 ribu (sekitar Rp526 juta) per bulan, menurut media Spanyol Marca.
Namun, ia menolak dan justru menyumbangkan dana tersebut ke gereja dan lembaga sosial.
Sumber Dana dan Struktur Keuangan Vatikan
Pendanaan Takhta Suci berasal dari beberapa sumber utama, yang sebagian besar bersifat donasi. Salah satu yang paling menonjol adalah:
-
Peter’s Pence: sumbangan tahunan dari umat Katolik global yang disalurkan kepada Paus. Menurut Michigan Journal of Economics, nilainya mencapai US$27 juta (Rp445 miliar) per tahun, terutama dari AS, Jerman, dan Italia.
Selain itu, pendapatan Vatikan juga bersumber dari:
-
Investasi properti dan keuangan
-
Museum dan objek wisata religius
-
Donasi pribadi dan warisan
Struktur keuangan Vatikan terdiri dari dua badan utama: Takhta Suci (Holy See) dan Kota Vatikan (Vatican City State). Takhta Suci mengatur aspek religius dan diplomatik, sedangkan Vatican City menangani operasional dan administratif, termasuk pengelolaan aset dan bisnis. Keduanya memiliki laporan keuangan terpisah, meski saling berkaitan.
Tantangan Keuangan Takhta Suci
Meski memiliki banyak sumber pemasukan, Vatikan tetap menghadapi tantangan fiskal serius. Pada 2023, defisit operasional tahunan dilaporkan mencapai lebih dari US$90 juta (sekitar Rp1,4 triliun). Paus Fransiskus sempat memperingatkan soal krisis dana pensiun untuk staf dan rohaniwan Takhta Suci.