news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Airlangga Hartarto dan sejumlah mitra sepakati Just Energy Transition Partnership (JETP)..
Sumber :
  • Dok. Kemenko Perekonomian

RI Sepakati Pendanaan Proyek PLTS Terapung Saguling, Libatkan Prancis hingga Inggris sebagai Mitra untuk Himpun Dana Rp1 Triliun

PLTS Terapung Saguling di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diproyeksikan sebagai salah satu proyek unggulan dalam kerangka kerja sama Just Energy Transition Partnership (JETP).
Selasa, 29 April 2025 - 20:49 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia kembali mendorong transisi menuju energi bersih melalui penandatanganan kesepakatan pembiayaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Saguling, di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

PLTS Terapung Saguling diproyeksikan sebagai salah satu proyek unggulan dalam kerangka kerja sama Just Energy Transition Partnership (JETP).

Melibatkan sejumlah mitra internasional, proyek ini merupakan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas global untuk mempercepat adopsi energi terbarukan di Indonesia.

Penandatanganan pendanaan dilakukan oleh sejumlah pihak utama, yakni PT Indo ACWA Tenaga Saguling sebagai pengembang, PLN Indonesia Power, DEG dari Jerman, Proparco dari Prancis, dan Standard Chartered dari Inggris.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah terus merealisasikan komitmennya dalam mendorong transisi energi yang adil dan berkelanjutan.

Hal ini diwujudkan melalui kemitraan JETP, kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan International Partners Group (IPG), termasuk Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).

"Investasi di PLTS Terapung Saguling bukan sekadar proyek pembangkit listrik tenaga surya. Ini merupakan simbol semangat kolaboratif antara Pemerintah Indonesia, masyarakat internasional, dan sektor swasta untuk mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya dikutip dari laman Kemenko Perekonomian, Selasa (29/4/2025).

JETP Indonesia yang diluncurkan pada 2022 bertujuan menggerakkan pendanaan untuk mempercepat penggunaan energi ramah lingkungan. Inisiatif ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai bagian dari implementasi JETP, pembangunan PLTS Terapung Saguling akan dilakukan oleh PLN Indonesia Power dan ACWA Power.

Proyek ini akan didukung oleh pendanaan dari DEG, Proparco, dan Standard Chartered Bank, mencakup pembiayaan pengembangan, konstruksi, hingga operasional.

Total dana sebesar US$60 juta atau Rp1 triliun lebih (kus Rp16.720)  berhasil dihimpun dalam proyek ini, dan diharapkan menjadi pendorong bagi percepatan transisi energi bersih dan inklusif di Indonesia.

Pemerintah mengapresiasi komitmen lembaga-lembaga keuangan internasional seperti DEG, Proparco, dan Standard Chartered yang telah menunjukkan kepercayaan pada potensi energi terbarukan di Indonesia.

Indonesia menegaskan keseriusannya dalam menciptakan iklim investasi yang mendukung pengembangan energi bersih. Berbagai langkah strategis seperti reformasi regulasi, pemberian insentif, dan penguatan kemitraan publik-swasta terus digalakkan sebagai bagian dari target mencapai Net Zero Emission pada 2060.

"Saya ingin mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi, terus berinovasi, dan menjaga semangat optimisme dalam perjalanan kita menuju masa depan energi yang bersih, berkelanjutan, dan adil bagi Indonesia," katanya.

Dukungan juga datang dari Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone. Ia menyatakan bahwa Proparco, bagian dari Badan Pembangunan Prancis (AFD), telah menyetujui komitmen pembiayaan sebesar 450 juta euro untuk proyek-proyek transisi energi di Indonesia melalui skema JETP.

"Badan Pembangunan Prancis (French Development Agency) telah menyetujui 450 juta euro dari total komitmen sebesar 500 juta euro," katanya.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan bahwa proyek PLTS Terapung Saguling merupakan bagian dari investasi senilai US$1,1 miliar yang telah disetujui dalam kerangka JETP.

Pemerintah Inggris juga tengah menyiapkan jaminan pembiayaan sebesar US$1 miliar yang akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan. Jaminan ini bertujuan untuk mendukung transisi energi dan menjaga keamanan energi Indonesia. Selain PLTS Saguling, sekitar 20 proyek JETP lainnya sedang diproses dengan nilai masing-masing mencapai US$5 miliar per negara anggota IPG.

"Sekitar 20 proyek JETP lainnya saat ini sedang dalam proses, dengan nilai masing-masing sekitar US$5 miliar per negara anggota. Inggris pun menantikan penandatanganan jaminan JETP senilai US$1 miliar dalam beberapa pekan ke depan, sebagai bentuk dukungan terhadap target transisi energi Indonesia," tuturnya.

Proyek-proyek ini mencerminkan kemajuan nyata dalam proses transisi energi Indonesia. Inggris menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dalam mempercepat transformasi energi nasional.

Untuk diketahui, IPG merupakan koalisi yang dibentuk oleh negara-negara seperti Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Norwegia, dan Uni Eropa, yang mendukung JETP Indonesia melalui pembiayaan pembangunan. IPG juga bekerja sama dengan GFANZ, aliansi global lembaga keuangan terkemuka.

Pada awal 2025, kepemimpinan IPG untuk JETP Indonesia dipegang oleh Jerman dan Jepang. GFANZ turut menggerakkan pendanaan swasta melalui lembaga seperti Standard Chartered yang membantu mobilisasi investasi demi mendukung transisi energi Indonesia. Secara keseluruhan, kolaborasi IPG dan mitra keuangan global menargetkan pendanaan hingga US$20 miliar.

Proyek PLTS terapung ini dibangun di atas area Waduk Saguling seluas 95 hektare dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Dengan kapasitas sebesar 60 MWac dan investasi total mencapai US$104,95 juta, proyek ini menjadi salah satu pembangkit energi terbarukan terbesar di Indonesia.

Dengan kapasitas terpasang mencapai 92 MWp, PLTS Saguling diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 63.100 ton per tahun dari sektor ketenagalistrikan. Proyek ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kontribusi energi surya hingga sekitar 13% terhadap total kapasitas energi nasional. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral