news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Puluhan warga mendulang emas di bantaran sungai di Kelurahan Ulunggolaka, Kabupaten Kolaka.
Sumber :
  • erdika mukdir

Gaji Pendulang Emas Capai Jutaan, Tapi Risiko Mengintai Nyawa

Pendulang emas bisa mencapai jutaan rupiah, tapi penghasilan tak menentu. Di Papua, 11 pendulang tewas diserang KKB. Risiko kerja makin tinggi di tengah konflik
Jumat, 11 April 2025 - 15:15 WIB
Reporter:
Editor :

Bagi banyak pendulang emas, pekerjaan ini bukan sekadar profesi, tapi pilihan terakhir ketika lapangan kerja sulit diakses. Meski kadang membawa pulang emas senilai jutaan rupiah dalam sehari, kenyataannya lebih sering harus bekerja keras untuk sekadar mencukupi kebutuhan pokok.

Tragedi di Yahukimo: Pendulang Emas Jadi Korban Kekerasan

Namun, menjadi pendulang emas tidak serta merta membuat seseorang makmur dan sehat. Pada awal April 2025, tragedi menimpa para pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. 

Sebanyak 11 pendulang emas tewas dalam serangan brutal yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Serangan terjadi di area pendulangan Lokasi 22 dan Muara Kum pada 6 hingga 7 April 2025. Para korban mengalami luka akibat senjata tajam, tembakan, serta panah.

Dari 11 korban meninggal, enam di antaranya telah berhasil diidentifikasi, yakni Aidil, Sahruddin, Ipar Stenli, Wawan, Feri, dan Bungsu. Sementara itu, lima lainnya masih dalam proses identifikasi.

Serangan ini juga menyebabkan 35 pendulang lainnya mengungsi ke Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat, dan kini berada dalam pengamanan aparat TNI-Polri. Delapan pendulang masih hilang, dan dua orang lainnya diduga disandera oleh kelompok bersenjata.

Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi oleh para pendulang emas, terutama di wilayah konflik seperti Papua. Selain tantangan alam dan ekonomi, mereka juga harus menghadapi ancaman kekerasan yang dapat merenggut nyawa. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral