- Antara
Kadin Dukung Pembangunan PLTN, Indonesia Siap Beralih ke Energi Nuklir!
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Inisiatif ini dianggap sebagai upaya strategis dalam diversifikasi sumber energi dan mendukung keberlanjutan sektor energi nasional.
"Kadin Indonesia mendukung pemerintah untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN di tanah air," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kadin Indonesia, Aryo Djojohadikusumo, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/3).
Aryo menyoroti meningkatnya tren investasi PLTN di dunia. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), nilai investasi global di sektor ini terus meningkat setiap tahun. Bahkan, dalam skenario optimistis, investasi tahunan untuk energi nuklir dapat mencapai 150 miliar dolar AS pada 2030 dengan kapasitas terpasang mencapai 1.000 gigawatt (GW) pada 2050.
Saat ini, lebih dari 410 reaktor nuklir beroperasi di 30 negara dan memasok sekitar 9 persen kebutuhan listrik global. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya negara yang berlomba mengembangkan teknologi nuklir sebagai solusi energi berkelanjutan.
Manfaat Energi Nuklir bagi Indonesia
Dalam penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Jakarta (25/2), Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa nuklir adalah salah satu energi terbarukan paling bersih yang dapat dimanfaatkan di berbagai sektor, termasuk kesehatan dan pertanian.
Energi nuklir memiliki berbagai keunggulan dibandingkan sumber energi lainnya. Selain menghasilkan emisi karbon yang rendah, PLTN mampu menyediakan listrik dalam jumlah besar dengan stabilitas yang tinggi. Teknologi ini juga dapat digunakan dalam pemurnian air laut menjadi air bersih serta mendukung ketahanan energi nasional.
Minat Investor Asing dan Upaya Kadin
Sejauh ini, tiga negara besar telah menunjukkan minatnya dalam proyek pengembangan PLTN di Indonesia, yakni Amerika Serikat, Rusia, dan China. Ketiga negara ini telah mengajukan proposal kepada pemerintah Indonesia untuk bekerja sama dalam pembangunan reaktor nuklir.
"Dari tiga negara ini, kebetulan semuanya melibatkan anggota Kadin. Mereka adalah mitra dari luar negeri yang berkolaborasi dengan anggota kami," kata Aryo.
-
Amerika Serikat diwakili oleh Westinghouse Electric Corporation, produsen peralatan listrik terkemuka.
-
China diwakili oleh China National Nuclear Corporation (CNNC), perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi nuklir.
-
Rusia diwakili oleh Rosatom State Atomic Energy Corporation, salah satu pemain utama dalam industri nuklir global.