- Dok. Binus
Banyak Bisnis Startup Gagal Berkembang, Ternyata Ini Persoalan Utamanya...
Jakarta, tvOnenews.com - Dunia bisnis startup kini menghadapi tantangan besar di tengah perkembangan teknologi yang cepat dan kondisi pasar yang terus berubah.
Meski banyak startup lahir dengan ide-ide inovatif, tetapi kenyataannya banyak juga yang gagal bertahan dalam 5 tahun pertama sejak dirintis.
Penyebab utamanya bukanlah karena kurangnya kreativitas, melainkan akibat ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Untuk menjawab kebutuhan ini, BINUS Business School menggelar acara CEO Speaks Nextgen Startup Day yang berlangsung di Auditorium BINUS Senayan, Jakarta, dengan konsep hybrid pada Sabtu (30/11/2024).
Mengusung tema "Building Resilience: How NextGen Founders Can Thrive in a Rapidly Changing Market Economy", acara ini dirancang untuk membantu mahasiswa, alumni, mitra industri, dan masyarakat umum mempelajari cara memperkuat ketahanan bisnis.
Kegiatan dimulai dengan pameran startup yang menampilkan ide-ide kreatif mahasiswa dan alumni dari berbagai kampus BINUS, seperti Kemanggisan, Senayan, Alam Sutera, hingga Bandung. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk membangun jaringan profesional melalui sesi ramah tamah bersama pemimpin universitas, investor, dan pendiri bisnis.
Acara utama CEO Speaks Nextgen Startup Day adalah talkshow kasual yang menghadirkan narasumber ternama di bidang startup, yaitu Raditya Pramana (Managing Partner di Venturra), Melisa Irene (Partner di East Ventures), dan Ellen Pranata (Founder & CEO KLAR Smile). Diskusi dipandu oleh Chiko Maradona, seorang alumni BINUS yang kini memimpin startup pengembangan UMKM, BISA Tumbuh.
Raditya menjelaskan mengenai kondisi ekosistem startup di Indonesia, termasuk cara investor memilih bisnis yang layak mendapatkan pendanaan.
“Tantangan untuk entrepreneur sekarang, fokus pada value proposition yang mereka punya di bisnis harus sangat kuat karena permintaan dari pasar sangat tinggi dan kompetisi makin kompetitif," ujar Raditya Dika.
Sementara itu, Melisa Irene di saat bersamaan menambahkan bahwa di saat situasi yang banyak ketidakpastian, sekarang para founder harus lebih tangguh.
"Harus lebih fokus pada apa yang dibutuhkan oleh konsumen mereka. Tidak bisa lagi try to build so many things," ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya kreativitas, inovasi, dan fokus pada keberlanjutan.
Sedangkan, Ellen Pranata dalam acara tersebut berbagi pengalaman sebagai pendiri KLAR Smile, sebuah startup yang sukses menawarkan solusi modern perawatan gigi.
Strategi uniknya melibatkan penggunaan aplikasi dan platform digital untuk mendekati pelanggan. Ellen mengungkapkan bagaimana pendekatan ini tidak hanya menarik perhatian investor tetapi juga membantu bisnisnya tetap relevan di pasar yang terus berubah.
BINUS Business School berharap acara ini dapat memberikan wawasan praktis bagi generasi muda yang ingin membangun bisnis yang kuat, berkelanjutan, dan berkontribusi bagi masyarakat. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, alumni, dan praktisi, diharapkan lebih banyak startup inovatif yang mampu bertahan dan memberikan dampak positif.
Melalui acara CEO Speaks Nextgen Startup Day ini, BINUS Business School ingin mendekatkan mahasiswa dan masyarakat umum dengan praktisi C-level untuk mendapatkan insight bisnis secara langsung dari ahlinya dan meningkatkan keterlibatan alumni dengan kampus.
Dengan demikian, mereka dapat mendirikan bisnis yang memiliki inisiatif CSR kuat dan membangun hubungan baik dengan publik. Pada akhirnya, masyarakat akan diuntungkan oleh berbagai startup inovatif yang tetap relevan dan tahan banting di tengah perubahan zaman, sesuai dengan semangat empowering dan fostering BINUS University untuk memajukan bangsa. (rpi)