- Kemenko Perekonomian RI
Menko Airlangga Groundbreaking Pabrik Baterai EV Ramah Lingkungan Pertama di Indonesia, Smelter Nikel Berbasis Energi Hijau 100%
Pabrik Smelter Berbasis Energi Terbarukan Pertama di Indonesia
Pembangunan smelter High-Pressure Acid Leaching (HPAL) oleh Neo Energy di kawasan industri NEMIE menjadi langkah maju dalam menciptakan industri yang lebih ramah lingkungan.
Smelter ini akan menggunakan energi 100% terbarukan, termasuk tenaga air dan surya, dan akan mengolah bijih nikel menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan dasar untuk katoda baterai EV.
“Smelter ini sepenuhnya menggunakan energi terbarukan, dan seluruh alat berat yang beroperasi di kawasan ini berbasis elektrik. Hal ini mendukung target zero emission di pertambangan dan industri," tambah Airlangga.
Selain itu, Menko Airlangga menekankan pentingnya proyek ini sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, untuk menjaga aset nasional ini.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyerahkan Sertifikat Tanah kepada 10 warga setempat dan menandatangani prasasti yang menandai dimulainya proses pembangunan pabrik.
Kontribusi Kawasan Industri Morowali terhadap Ekonomi Daerah
Pembangunan pabrik baterai ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.
Pada 2023, Kabupaten Morowali mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 20,34%, dengan kontribusi industri pengolahan mencapai 72,72%. PDRB per kapita Kabupaten Morowali juga tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia, mencapai Rp927,23 juta, didorong oleh ekspor komoditas.
Dengan beroperasinya pabrik ini, Kabupaten Morowali diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengolahan mineral berbasis energi hijau di Indonesia. (rpi)