news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kongres Perempuan Pertama 22-25 Desember 1928, di Dalem Jayadipuran Yogyakarta.
Sumber :
  • BPNB Yogyakarta

Kongres Perempuan Indonesia 1928 dan Dalem Jayadipuran Kediaman Raden Tumenggung Joyodipura

Akhir tahun 1928 menjadi periode awal tumbuhnya benih-benih nasionalisme perempuan pribumi. Kala itu, para perempuan pribumi memiliki kesadaran nasionalisme, untuk bersatu padu memperjuangkan hak-hak bagi kaum perempuan hingga digelarnya Kongres Pertama Perempuan Indonesia.
Rabu, 20 Juli 2022 - 21:45 WIB
Reporter:
Editor :

Tujuan digelarnya Kongres Perempuan, untuk memperjuangkan hak-hak perempuan terutama bidang pendidikan dan pernikahan. Kongres Perempuan ini menjadi awal bersatunya perempuan di abad 19, yang berjuang melawan segala bentuk kolonialisme. Salah satu poin dari kongres Perempuan ini adalah mempersatukan cita cita dan usaha memajukan wanita Indonesia dan merumuskan tujuan bagi kemajuan perempuan serta untuk mendirikan Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI)

Dikutip dari berbagai sumber, sejumlah tokoh perempuan kemudian membentuk Panitia Kongres Perempuan yang diketuai oleh R.A. Soekonto dengan Nyi Hajar Dewantoro sebagai wakilnya & Soejatien (Ketua Poetri Indonesia Cabang Yogya) sebagai sekretaris.  

Ketiga tokoh perempuan ini sebenarnya tidak asing dengan dunia pergerakan karena memiliki hubungan dengan tokoh pergerakan nasionalis Indonesia. R.A. Soekonto adalah kakak dari Ali Sastroamidjojo, dari namanya Nyi Hajar Dewantoro sudah jelas isteri dari Ki Hajar Dewantoro, sedangkan Soejatien (saat Kongres masih lajang) adalah murid Soekarno & Ki Hajar Dewantoro.

Beberapa pidato yang dibacakan oleh tokoh-tokoh perempuan pada saat Kongres:

• "Pergerakan Kaoem Isteri, Perkawinan & Pertjeraian", oleh Ny. R.A. Soedirman (Poeteri Boedi Sedjati)

• "Deradjat Perempoean", oleh Ny. Siti Moendjijah (Aisjijah Djokjakarta)

• "Perkawinan Anak-Anak", oleh Saudari Moegaroemah (Poeteri Indonesia)

• "Kewadjiban & Tjita-Tjita Poeteri Indonesia", oleh Saudari Sitti Soendari

• "Bagaimanakah Djalan Kaoem Perempoean Waktoe Ini & Bagaimanakah Kelak", oleh Saudari Tien Sastrowirjo

• "Kewadjiban Perempoean di Dalam Roemah Tangga", oleh Saudari R.A. Soekonto (Wanita Oetomo)

• "Hal Keadaan Isteri di Europah", oleh Ny. Ali Sastroamidjojo

• "Keadaban Isteri", oleh Nyi Hajar Dewantoro

Menurut Kepala BPNB DIY, Dwi Ratna Nurhajarini, Ndalem Jayadipuran menjadi saksi sejarah yang menjadi tonggak bersatunya perempuan Indonesia di abad 19. Di tempat inilah berlangsung peristiwa bersejarah yang menjadi cikal bakal nasionalisme generasi pertama di kalangan para perempuan sekaligus menjadi cikal bakal lahirnya Hari Ibu 22 Desember.

"Sejarah masa lalu Kongres Perempuan Pertama, lahir dari tempat ini. Akan selalu diingat dari generasi ke generasi, salah satunya warisan dari periatiwa itu adalah lahirnya Hari Ibu 22 Desember yang diawali munculnya Kongres Perempuan di Dalem Jayadipuran. Saat ini bangunan bersejarah tersebut masih tetap utuh dan diperuntukkan sebagai kantor Balai pelestarian Nilai Budaya atau BPNB Yogyakarta," ungkap Dwi Ratna.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral