- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
21 Ribu BPJS PBI Warga Kota Yogyakarta Nonaktif, Pasien Diabetes dan Kanker Jadi Prioritas Reaktivasi
Yogyakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 21 ribu kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) milik warga Kota Yogyakarta dalam status nonaktif.
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan reaktivasi kepesertaan akan diprioritaskan bagi pasien dengan penyakit kronis, seperti diabetes melitus dan kanker.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, puluhan ribu peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan rata-rata yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Status kepesertaan nonaktif diketahui saat pasien datang berobat ke rumah sakit, namun tidak bisa digunakan.
"Karena ternyata tidak aktif kemudian mereka menanyakan ke penyelenggara jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Pada saat itu, kami pun mengaktifkan kalau memang menjadi kriteria, termasuk yang bisa dibayari oleh JKN PBI APBD," kata Emma kepada awak media, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan data dari Dinkes Kota Yogyakarta per Minggu (1/2/2026), tercatat ada 21 ribu warganya yang kepemilikan BPJS PBI dalam status nonaktif.
Untuk reaktivasi kepesertaan, pemerintah membuat kebijakan yakni mendahulukan pasien dengan penyakit kronis.
"Yang kita prioritaskan dari awal paling banyak untuk hemodialisa (cuci darah). Hemodialisa itu kalau tidak dilakukan hari itu, juga bahaya karena sudah ada jadwalnya. Kedua, untuk kemoterapi kanker," ungkap Emma.
Kebijakan ini diambil karena terbatasnya sumber daya manusia dalam melakukan pengaktifan kembali kepesertaan BPJS PBI.
"Kemarin kami agak kaget, sehari bisa 350 itu pun sudah kita batasi," ucapnya.
Berkaitan hal tersebut, Dinas Kesehatan setempat berkoordinasi dengan pihak terkait bagaimana reaktivasi dilakukan lebih cepat.
"Instruksi dari pak Walikota melalui bu Kadinkes, kami koordinasi dengan BPJS agar bisa lebih cepat dalam mengirimkan datanya supaya bisa diaktifkan. Kami sudah diberi keleluasaan, diberikan 7 akun kan harusnya hanya 2," kata Waryono, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Dia pun tak menampik kuota reaktivasi melalui Jogja Smart Service (JSS) sampai saat ini tidak banyak. Total ada sekitar 190 kuota yang terlayani melalui aplikasi tersebut. Itu pun dibantu oleh Diskominfo. Begitu pula melalui WhatsApp.
"Hari Senin dan Selasa karena overload, kami terima dulu tetapi mohon maaf berkaitan dengan kelanjutannya tidak seperti biasanya yang 1×24 jam sudah bisa aktif melalui WA," ujar Waryono.