news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sambangi Kampung Nelayan Poncosari di Bantul, Menteri KKP Targetkan Kenaikan Tangkapan Ikan 25 Persen

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyambangi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (2/1/2026).
Jumat, 2 Januari 2026 - 20:07 WIB
Reporter:
Editor :

Bantul, tvOnenews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyambangi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (2/1/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat program pemberdayaan nelayan lokal sekaligus meningkatkan produksi perikanan di pesisir DI Yogyakarta. 

Pihaknya pun terus memantau progres pembangunan KNMP di berbagai daerah. Kemudian, dilanjutkan ke Nusa Tenggara untuk melihat kondisi dan objek kegiatannya.

"Kemarin, kami melihat perkembangan di Tegal, Purworejo, Pati dan Jepara. Hari ini disini (Bantul). Target kami, pada Januari ini seluruh program (KNMP) sudah bisa berjalan dan memberi dampak nyata," kata Trenggono.

Menurutnya, model pengembangan KNMP di Bantul sama seperti yang dibangun olehnya di Juwana sekitar 18 bulan lalu. Di wilayah tersebut, hasilnya cukup baik dalam artian produktivitasnya meningkat hingga sekitar 124 persen. Serta, nilai simpanan nelayan juga naik signifikan. 

Karena itu, pihaknya berharap program KNMP di Bantul dapat menumbuhkan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Namun demikian, Trenggono meminta adanya perbaikan agar fasilitas yang dibangun sesuai standar dan kebutuhan nelayan. 

Di kawasan ini, nantinya juga tersedia fasilitas lengkap, mulai dari cold storage untuk menyimpan hasil tangkapan ikan, area pengolahan ikan yang layak konsumsi, hingga toko logistik untuk keperluan melaut para nelayan.

"Setelah seluruh fasilitas ini selesai, Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari diharapkan benar-benar hidup. Semua ini dirancang agar ekosistem usaha perikanan berjalan terpadu dan berkelanjutan," ucapnya.

Di lokasi yang sama, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan, fasilitas ini menjadi stimulus bagi masyarakat untuk terlibat di sektor perikanan. 

Apalagi, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya pernah menyampaikan bahwa potensi sumber daya laut di Samudra Hindia, khususnya pesisir selatan masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, Bantul sebagai wilayah pesisir memiliki peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan potensi laut tersebut.

Ke depan, Halim berharap kesejahteraan nelayan meningkat selaras dengan peningkatan pendapatannya. Kemudian, semakin banyak pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Bantul.

“Dengan fasilitas yang lebih lengkap, kami berharap jumlah nelayan akan semakin bertambah. Selama ini, fasilitas seperti ini belum pernah ada," ucap Halim.

Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan untuk pengembangan KNMP di sisi timur, setelah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan program yang sudah berjalan ini. 

Nantinya, pengelolaan KNMP ini akan berada dalam satu manajemen bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari. Dengan model tersebut, KDMP ikut memperoleh manfaat dari pengelolaan kampung nelayan. 

"Sistemnya dapat berupa pembayaran jasa, retribusi, sewa, atau kerja sama bagi hasil. Semua sedang dirancang agar berjalan adil dan transparan. KDMP diuntungkan, nelayan juga diuntungkan karena mendapat dukungan fasilitas," kata Halim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul, Istriyani segera mempertemukan para stakeholder untuk selanjutnya membentuk tim pembina KNMP dan berkolaborasi dengan KDMP, sehingga prosesnya terarah. 

"Yang lebih penting adalah bagaimana memanfaatkan seluruh aset yang telah diterima masyarakat," tuturnya.

Untuk peningkatan produksi perikanan, kata Istriyani, sudah tersedia fasilitas tambahan berupa 10 unit perahu dan 20 unit mesin. Sekarang ini, ada 41 unit dan ditambah 10 unit armada yang dimiliki sebelumnya diharapkan terjadi kenaikan tangkapan ikan meningkat sekitar 25 persen. 

"Peningkatan 25 persen. Untuk produksi di TPI, seperti TPI Poncowati dan TPI Ngentak selama ini sekitar 50 ton. Jenis tangkapan yang paling banyak ikan pelagis kecil, seperti layur, bawal, layang dan surung," tutur Istriyani. (scp/buz)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral