- ANTARA
Soal Pembangunan Huntap Bagi Korban Bencana Sumatera, Pakar Kebencanaan UGM Ingatkan Hal Berikut Ini
"Jika kawasan ini kembali dijadikan huntap, maka risiko bencana tidak dihilangkan, melainkan diwariskan kepada generasi berikutnya," kata dia.
Ia menambahkan, kerusakan lingkungan di wilayah hulu dan Daerah Aliran Sungai (DAS) mempercepat erosi, serta meningkatkan volume material rombakan yang terbawa saat hujan ekstrem. Kondisi ini memperpendek periode ulang banjir bandang, yang kini dapat terjadi dalam kurun 15-20 tahun, bahkan lebih singkat jika pemulihan lingkungan tidak segera dilakukan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan masih akan berlangsung hingga Maret - April 2026, sehingga risiko banjir dan tanah longsor susulan masih sangat tinggi.
Oleh karena itu, kebijakan hunian pasca bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan harus terintegrasi dalam rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang, termasuk pemulihan lingkungan secara menyeluruh. (scp/buz)