- Tim tvOne - Ari Wibowo
Rencana Relokasi PKL Stasiun Wates Dikeluhkan Pedagang
Kulon Progo, DIY - Pedagang kaki lima (PKL) yang sudah puluhan tahun berjualan di wilayah Stasiun Wates resah dengan rencana pemindahan atau relokasi PKL ke dua lokasi yang ditawarkan pemerintah setempat. Para PKL resah karena lokasi relokasi yang ditawarkan jauh dari keramaian.
Perwakilan PKL Stasiun Wates Utami Budi Wiharti mengatakan, kedua lokasi yang ditawarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo adalah Pasar Sentolo Baru dan lantai dua Pasar Bendungan. Namun untuk dua lokasi tersebut dirasa belum optimal bagi para pedagang lantaran masih sepi pembeli.
“Kami sejatinya setuju mau ditata seperti apa, tetapi kami meminta waktu dan tempat yang strategis. Karena berdagang merupakan penghasilan utama kami. Harapannya kami masih diberi tempat di sekitar Stasiun Wates,” ujar Utami saat ditemui, Kamis (24/2/2022).
Kondisi tersebut, lanjutnya, tentu akan mempengaruhi penghasilan sebanyak 13 pedagang yang selama ini mengandalkan para pembeli di area Stasiun Wates. Para PKL menuntut PT. Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pemilik lahan dan Pemkab Kulon Progo sebagai pemangku kebijakan memberikan solusi yang baik bagi para pedagang.
Menurut pedagang, relokasi PKL Stasiun Wates tidak terjadi kali ini saja. Sejak beberapa tahun lalu terhitung sudah empat kali para pedagang dipindah-pindah. Mulai dari digusur dari dalam area stasiun hingga dipindahkan keluar, sampai sekarang ditawarkan pindah ke dua pasar di Kulon Progo.
Sementara itu Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Supriyanto menyampaikan, relokasi para pedagang tersebut dilakukan sebagai upaya dari pihaknya untuk mempercantik area Stasiun Wates. Sebab menurutnya, stasiun di kabupaten Kulon Progo itu kini mulai ramai penumpang. Apalagi semenjak berjalanya KA Bandara YIA yang mendongkrak jumlah penumpang hingga 1.090 orang per hari
Dari pendataanya total ada 13 pedagang yang selama ini menempati area depan Stasiun Wates. Ia pun mengaku pihaknya sudah memberikan biaya pembongkaran kepada para pedagang. Serta membantu para PKL untuk mengangkut bekas bongkaran.
“Kegiatan sosialisasi (terkait dengan relokasi pedagang) sudah dilaksanakan semenjak bulan Januari 2022, termasuk koordinasi dengan beberapa pihak di Kulon Progo untuk penataan lingkungan stasiun Wates, ujar Supriyanto.