- Istimewa
Setahun Kepemimpinan Anwar-Reny, Pondasi Kemajuan Sulteng Kian Kokoh
tvOnenews.com - Satu tahun memimpin Sulawesi Tengah, Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido mulai memacu berbagai kemajuan melalui program unggulan BERANI yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Sejumlah capaian terukur dicatat, mulai dari penyaluran puluhan ribu beasiswa hingga percepatan pembangunan konektivitas antarwilayah.
Dalam sektor pendidikan, program BERANI Cerdas telah menyalurkan beasiswa kepada 23.568 mahasiswa di berbagai jenjang. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi.
Akademisi Ilmu Pemerintahan Universitas Terbuka, Insan Praditya Anugrah, menilai kebijakan tersebut penting bagi pemerataan pendidikan. Dia menyebut langkah itu membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dari kawasan timur Indonesia untuk memperoleh akses pendidikan berkualitas.
“Hal ini sangat penting untuk pemerataan pendidikan supaya pendidikan yang selama ini hanya terpusat berada di Indonesia Barat bisa lebih dinikmati oleh saudara-saudara kita di Indonesia Timur,” kata Insan.
Program ini juga membuka peluang mahasiswa menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dia menilai kesempatan lintas daerah tersebut berkontribusi pada perluasan wawasan dan pertukaran pengetahuan.
“Saya dengar program ini memungkinkan para mahasiswa S1, S2 dan S3 Sulawesi Tengah untuk menuntut ilmu di berbagai universitas di seluruh Indonesia dan hal ini penting sebagai upaya transfer pengetahuan dan wawasan demi terciptanya pemerataan,” ujarnya.
Menurut dia, dampak lanjutan dari pemerataan pendidikan berpotensi memperkuat fondasi ekonomi kawasan timur Indonesia. Efek berantai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai akan mendorong pertumbuhan yang lebih merata.
“Dengan adanya trickle down effect ini, maka pemerataan ekonomi di wilayah Indonesia Timur perlahan akan semakin membaik,” jelasnya.
Di sektor kesehatan, program BERANI Sehat dinilai paling dirasakan masyarakat karena menghadirkan akses layanan yang lebih mudah dan inklusif. Sepanjang 2025, program ini telah melayani 135.084 jiwa masyarakat Sulawesi Tengah.
Insan mengatakan, langkah yang ditempuh pemerintah provinsi merupakan implementasi nyata kebijakan pro rakyat di bidang kesehatan. Dia menilai jaminan akses layanan kesehatan menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat.