- Istimewa
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan–Lebaran
tvOnenews.com - Menjelang momentum suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri, resiliensi sektor energi nasional kembali menjadi diskursus strategis yang menuntut atensi dan persiapan paripurna. Dalam kerangka fungsi pengawasan parlementer, Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Shanty Alda, secara representatif mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merumuskan kalkulasi yang presisi dan empiris terkait eskalasi kebutuhan energi di seluruh penjuru negeri.
Menegaskan urgensi dari mitigasi risiko yang komprehensif demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, Shanty Alda mengartikulasikan sikap pengawasan dewan secara lugas.
"Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan proyeksi kebutuhan BBM, LPG, dan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri dihitung secara akurat. Kami tidak ingin ada kekurangan pasokan akibat salah perencanaan. Seluruh stakeholder bidang energi harus menyampaikan laporan stok dan kesiapan distribusi secara berkala," tegas Shanty Alda.
Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, legislator ini menyoroti urgensi sinergi dan transparansi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan di sektor energi. Baginya, pemantauan ketat melalui pelaporan berkala merupakan sebuah keharusan prosedural untuk menganulir potensi defisit akibat miskalkulasi (planning fallacy).
Hal ini secara fundamental bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen negara memiliki kesiapan operasional yang optimal dalam memfasilitasi kelancaran dan kenyamanan warga negara selama periode krusial tersebut.(chm)