news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menjalin kerja sama dengan PT AI Indonesia untuk mendorong pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) di kalangan pengusaha perempuan..
Sumber :
  • Istimewa

Fokus Pemanfaatan AI, IWAPI Kerja Sama Dengan PT AI Indonesia

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menjalin kerja sama dengan PT AI Indonesia untuk mendorong pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) di kalangan pengusaha perempuan.
Kamis, 12 Februari 2026 - 22:34 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menjalin kerja sama dengan PT AI Indonesia untuk mendorong pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) di kalangan pengusaha perempuan, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas digital, efisiensi usaha, serta daya saing UMKM perempuan di tengah percepatan transformasi ekonomi digital.

Kesepakatan tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun IWAPI ke-51 di Gedung Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Jakarta, pada hari Selasa, 10 Februari 2026. Bagi IWAPI, momentum ini dipandang relevan untuk memperkuat peran organisasi dalam mendampingi anggotanya menghadapi perubahan lanskap usaha yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital.

IWAPI saat ini menaungi lebih dari 50.000 perempuan pengusaha yang tersebar di 38 provinsi. Dengan jangkauan nasional tersebut, IWAPI memandang perlunya kolaborasi dengan pelaku industri teknologi agar transformasi digital tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan oleh anggotanya di berbagai daerah.

CEO dari PT AI Indonesia, Sony Subrata, mengatakan bahwa kerja sama dengan IWAPI merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas pemahaman dan pemanfaatan artificial intelligence di berbagai sektor, termasuk UMKM.

“Kerja sama ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang artificial intelligence dengan para pengusaha perempuan, khususnya pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Sony.

Menurutnya, artificial intelligence telah berkembang menjadi teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Oleh karena itu, penguasaan terhadap teknologi tersebut menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan bagi pelaku usaha.

“Artificial intelligence adalah teknologi yang perlu segera kita kuasai dan manfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha,” kata Sony.

Ia menambahkan, PT AI Indonesia selama ini mendorong berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, badan usaha milik negara, perusahaan swasta nasional, hingga UMKM, untuk menyusun strategi implementasi AI yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing sektor.

“Pemanfaatan artificial intelligence yang dilakukan secara strategis dapat memberikan manfaat yang relatif cepat bagi berbagai jenis usaha. Karena itu, momentum untuk mengoptimalkan teknologi ini adalah sekarang,” ujarnya.

Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA. Menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin dengan PT AI Indonesia. Ia menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan tanggung jawab IWAPI sebagai organisasi perempuan pengusaha berskala nasional.

“Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun IWAPI ke-51, kami menyampaikan apresiasi kepada PT AI Indonesia atas komitmen dan kerja samanya dalam mendukung pengembangan usaha serta peningkatan kapasitas anggota IWAPI di bidang artificial intelligence,” ujar Nita.

Ia menekankan bahwa jumlah anggota IWAPI yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia merupakan potensi sekaligus tanggung jawab organisasi untuk memastikan anggotanya mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital.

“IWAPI hari ini menaungi lebih dari 50.000 perempuan pengusaha di 38 provinsi. Angka ini mencerminkan kekuatan organisasi, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi IWAPI untuk memastikan seluruh anggota dapat tumbuh di tengah transformasi ekonomi digital yang berlangsung cepat,” kata Nita.

Menurutnya, digitalisasi dan pemanfaatan teknologi AI tidak lagi dapat diposisikan sebagai pilihan tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga dan meningkatkan daya saing UMKM perempuan.

“Kolaborasi dengan PT AI Indonesia merupakan langkah konkret IWAPI dalam mewujudkan visi organisasi, yakni memberdayakan perempuan pengusaha agar tangguh, mandiri, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Nita berharap kerja sama tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi anggota IWAPI, terutama di daerah.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus diperluas dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh anggota IWAPI di berbagai wilayah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP IWAPI Bidang IT dan Digitalisasi, Rachmawati Dzaelani, menilai bahwa tantangan utama UMKM ke depan tidak hanya berkaitan dengan akses pasar, tetapi juga dengan kemampuan mengelola usaha secara efisien melalui pemanfaatan teknologi.

“Ke depan, tantangan UMKM tidak hanya soal pemasaran dan akses pasar, tetapi juga kapasitas digital, efisiensi usaha, serta kemampuan memanfaatkan teknologi cerdas,” ujar Rachmawati.

Ia menjelaskan bahwa artificial intelligence membuka peluang bagi pengusaha perempuan untuk memperbaiki berbagai aspek pengelolaan usaha, mulai dari pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

“AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pemasaran, pelayanan pelanggan, pengelolaan usaha, serta pengambilan keputusan yang lebih berbasis data,” katanya.

Rachmawati berharap kerja sama IWAPI dan PT AI Indonesia dapat menjadi contoh kolaborasi jangka panjang antara organisasi perempuan pengusaha dan penyedia solusi teknologi nasional.

“Sinergi ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan demi penguatan ekonomi perempuan Indonesia,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, IWAPI dan PT AI Indonesia berencana mengembangkan sejumlah program, antara lain pelatihan, pendampingan, serta penyusunan strategi pemanfaatan AI yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan UMKM perempuan di berbagai sektor.

Program-program tersebut direncanakan dapat diakses oleh anggota IWAPI di seluruh Indonesia, baik melalui pelatihan tatap muka maupun platform digital. Dengan pendekatan yang kontekstual, IWAPI berharap pemanfaatan AI dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan oleh para anggotanya.

Kerja sama ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam mendorong transformasi digital UMKM serta memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi. Dengan dukungan teknologi artificial intelligence yang tepat guna, UMKM perempuan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas daya saing, baik di pasar domestik maupun global.(chm)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:02
06:59
05:00
17:07
01:32
05:41

Viral