news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Istimewa

Wasekjen BPP HIPMI Bidang Pertanian Berharap Presiden Prabowo Beri Lahan HGU & HGB ke 1.000 Pengusaha Muda

Kesenjangan ekonomi semakin curam di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Kamis, 24 Juli 2025 - 19:24 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kesenjangan ekonomi semakin curam di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Menuju 80 tahun Indonesia merdeka sudah 8 presiden yang memimpin negeri ini. Para pejabat tinggi negara, menteri, gubernur, wali kota dan bupati pun sudah silih berganti sesuai era atau periodenya. Namun konglomerat yang menguasai sumber daya alam dan jaringan ekonomi di Indonesia nyaris tidak berganti-ganti orangnya. Pertumbuhan jumlah pengusaha dan konglomerat baru juga terbilang lambat di Indonesia. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu alat ukur usaha bertumbuh dan besar itu adalah seberapa besar aset produktif yang dimiliki oleh seorang pengusaha. 

“Dan aset produktif itu fondasi utamanya adalah Lahan, sekarang nyaris dalam kurun waktu 20 tahun terakhir tidak ada pengusaha muda baru yang kebagian izin lahan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB), semua dikuasi oleh para konglomerasi itu-itu saja beserta lingkaran kecil anggota keluarganya. Fakta ini sangat tidak berkeadilan bagi Rakyat Indonesia," ujar penggagas HIPMI Agropreneur M Hadi Nainggolan.

Data ketimpangan ekonomi dalam pemberian izin lahan produktif juga sejalan dengan apa yang dipaparkan oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

“Dari 55,9 juta hektare (lahan bersertifikat) itu, 48 persen dari 55,9 juta, katakanlah 56 juta, dari 48 persen itu hanya dimiliki, sekali lagi, baik HGU maupun HGB, hanya dimiliki oleh 60 keluarga di Indonesia," ujar Nusron di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (13/7).

"Jadi dari 55,9 juta hektare, 48 persennya itu hanya, bukan dimiliki, salah-salah, hanya dikuasai, salah, maaf, hanya dikuasai, kalau miliknya masih milik negara, tapi hanya dikuasai oleh 60 keluarga di negara," tegasnya.

Pemberian izin lahan HGU, HGB dan termasuk konsesi Hutan sebaiknya harus di evaluasi total oleh Presiden Prabowo. Azas proporsional dan keadilan ekonomi sejatinya menjadi atensi khusus pemimpin tertinggi negara ini. 

“Kapan lagi para pengusaha muda baru Indonesia diberi ruang dan kebijakan yang berpihak untuk bisa memiliki ijin HGU, HGB dan konsesi hutan, kalau tidak ada dukungan kebijakan yang revolusioner untuk menciptakan keadilan ekonomi," tegas Hadi Nainggolan.

Untuk itu Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk bisa membuat terobosan kebijakan baru agar ada 1.000 pengusaha muda baru di Indonesia yang diberi ijin HGU, HGB dan konsesi hutan. 

“Jika 1.000 pengusaha muda baru Indonesia tersebut bisa diberi lahan HGU, HGB atau konsesi lahan masing-masing 10.000 hektar, itu artinya hanya 10 juta hektar saja. Itu jumlah luas lahan yang terbilang kecil dibandingkan dengan yang sudah dikuasi oleh konglomerasi dan luas lahan yang masih tersedia di Indonesia."

Setidaknya ada tiga manfaat dan dampak ekonomi besar jika Presiden Prabowo memberikan terobosan kebijakan baru terkait pemberian ijin HGU, HGB dan konsesi hutan kepada 1.000 pengusaha muda baru. Pertama, memutus mata rantai hitam penguasaaan lahan yang begitu besar kepada segelintar orang saja. Itu artinya lahir aksi nyata memberikan ruang keadilan ekonomi baru kepada generasi muda dalam mengelola sumber daya alam yang begitu kaya.

Kedua, melahirkan konglomerat muda baru. Akan lahir para generasi pengusaha muda baru papan atas Indonesia yang berpotensi masuk dalam 100 orang terkaya di Indonesia, 50 orang terkaya dan 20 orang terkaya di Indonesia. Bukan hanya itu-itu saja orangnya. Penyebaran konglomerat muda baru indonesia akan lebih merata dan memberi ruang kepada semua suku bangsa.

Ketiga, membuka pusat-pusat ekonomi baru berbasis Agro. Ini sejalan dengan astacita Presiden Prabowo terkait program swasembada pangan, swasembada energi dan swabembada air. Ini artinya totalitas peningkatan produksi dan membuka lapangan kerja baru nyata oleh pengusaha muda yang lahir dari rahim ibu pertiwi.

“Penguatan hulu dan hilir swasembada pangan, energi dan air, itu butuh keterlibatan ril para pelaku usaha. Dan ini menjadi momentum emas bagi presiden prabowo untuk membawa indonesia melompat lebih maju," ujar Hadi Nainggolan yang juga Ketua Bidang Pertanian, Perkebunan dan Peternakan BPP HIPMI 2022-2024

"Kita sangat yakin Presiden Prabowo memberi atensi khusus terkait pemerataan distribusi ijin lahan HGU, HGB dan konsesi hutan untuk pengusaha muda baru Indonesia. Jika ini terwujud maka presiden Prabowo adalah presiden yang akan dikenang sepanjang masa karena mampu merubah tatatan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya Alam Indonesia," tutup M Hadi Nainggolan Wasekjen BPP HIPMI Bidang Pertanian.(chm)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
05:21
02:59
06:26
01:02
04:07

Viral