news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.
Sumber :
  • tvOne - dewi rina

RSUD Bojonegoro Kaji Pengembangan Layanan DSA dan Stem Cell

RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Jawa Timur, tengah menyiapkan pengembangan sejumlah layanan kesehatan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Senin, 23 Februari 2026 - 09:43 WIB
Reporter:
Editor :

Bojonegoro, tvOnenews.comRSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Jawa Timur, tengah menyiapkan pengembangan sejumlah layanan kesehatan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat. Tiga layanan yang menjadi fokus pengembangan meliputi Cardiac Center, Stroke Center, dan layanan stem cell.

Sebagai langkah awal, rumah sakit menggelar Workshop Pengembangan Layanan pada 13–14 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan rencana strategis RSUD 2025–2029 serta tindak lanjut kerja sama dengan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Direktur RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dr. Ani Pujiningrum, M.Kes., menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan terus dilakukan secara bertahap. Salah satunya melalui penguatan layanan Cardiac Center untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah, mulai dari kegawatdaruratan, diagnostik, tindakan intervensi, hingga perawatan intensif.

Selain itu, rumah sakit juga mengembangkan Stroke Center yang terintegrasi, termasuk penguatan layanan Digital Subtraction Angiography (DSA) sebagai bagian dari penanganan stroke berbasis teknologi pencitraan pembuluh darah. Adapun pengembangan layanan stem cell diarahkan pada terapi regeneratif dengan memperhatikan standar kompetensi sumber daya manusia, kesiapan sarana prasarana, serta regulasi yang berlaku.

Menurutnya, kerja sama dengan RSCM mencakup pendampingan teknis, peningkatan kapasitas SDM, penyusunan standar operasional prosedur, penguatan sistem rujukan, hingga penyusunan peta jalan pengembangan layanan jangka menengah dan panjang.

“Melalui workshop ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan layanan tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar terimplementasi secara bertahap, terukur, dan sesuai standar nasional,” ujarnya.

Workshop tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, para direktur RSUD, kepala puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro, serta tim pengampu layanan dari RSCM.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa pengembangan layanan rumah sakit juga berkaitan dengan aspek pembiayaan daerah.

Ia menjelaskan, dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026 mendatang, ruang fiskal diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan sehingga diperlukan berbagai inovasi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau ruang fiskal terbatas, maka peningkatan PAD harus ditempuh dengan inovasi. Salah satunya melalui pengembangan layanan unggulan rumah sakit,” ujarnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral