news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Antisipasi Virus Nipah, BBKK Surabaya Perketat Pengawasan Penerimaan Internasional di Bandara Juanda.
Sumber :
  • khumaidi

Antisipasi Virus Nipah, BBKK Surabaya Perketat Pengawasan Penerimaan Internasional di Bandara Juanda

Dalam upaya mengantisipasi masuknya virus nipah ke Jawa Timur, BBKK Surabaya memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional di Bandara Juanda.
Jumat, 6 Februari 2026 - 14:20 WIB
Reporter:
Editor :

Sidoarjo, tvOnenews.com – Dalam upaya mengantisipasi masuknya virus nipah ke Jawa Timur, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional di Bandara Internasional Juanda.

Kepala BBKK Surabaya, dr. Rosidi Ruslan, menyatakan bahwa pengawasan dilakukan secara rutin setiap hari melalui skrining kesehatan awal terhadap seluruh penumpang dari luar negeri.

"Kami memastikan potensi penyebaran penyakit menular, termasuk virus nipah, bisa diminimalkan sejak di pintu masuk," ucapnya saat pres rilis di kantor BBKK Juanda, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia melanjutkan pemeriksaan dilakukan melalui pemantauan suhu tubuh dan observasi visual terhadap kondisi kesehatan pelaku perjalanan. Untuk itu, BBKK Surabaya telah memasang thermal scanner di Terminal Bandara Juanda untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang.

"Penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celsius akan langsung diarahkan ke klinik karantina kesehatan yang berada di area terminal II bandara untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Rosidi.

Jika ditemukan indikasi kuat penyakit menular berisiko tinggi, petugas akan merujuk pasien ke rumah sakit rujukan pemerintah yang telah ditunjuk.

"Di rumah sakit rujukan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk pengambilan sampel laboratorium. Selama proses itu, pasien dalam pemantauan ketat tenaga medis," kata dia.

Rosidi menyebut BBKK Surabaya juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah apabila ada pelaku perjalanan yang perlu pemantauan lanjutan setelah tiba di rumah. 

"Kami kirim notifikasi ke dinas kesehatan setempat sesuai domisili yang bersangkutan. Jadi, pemantauan tetap berjalan meski dia sudah meninggalkan bandara," ujarnya.

Selain pemeriksaan fisik, pengawasan juga dilakukan melalui pengisian riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan oleh penumpang sebelum tiba di Indonesia melalui sistem digital kesehatan nasional.

"Dari situ kami bisa melihat riwayat perjalanan, apakah yang bersangkutan pernah singgah di wilayah dengan laporan kasus penyakit tertentu, serta apakah dia mengalami keluhan kesehatan," tutur Rosidi.

Ia menegaskan hingga saat ini, belum ditemukan kasus virus nipah yang masuk ke Jawa Timur melalui Bandara Juanda. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena virus tersebut termasuk penyakit menular dengan tingkat fatalitas tinggi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:08
01:30
03:26
01:09
03:47
02:01

Viral