- tvOne - wawan sugiarto
Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung
Lumajang, tvOnenews.com - Kepolisian Sektor Senduro Lumajang Jawa Timur, akhirnya berhasil menemukan pelaku pembuang bayi laki-laki di sebuah warung gorengan Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Lumajang, pada Rabu (4/2) pagi.
Pelakunya tak lain adalah kedua orang tua bayi tersebut, yang secara sengaja tega membuang bayinya beberapa jam setelah dilahirkan.
Hal ini berhasil terungkap setelah kedua pelaku yakni pasangan suami istri Rendi dan Lia Septianti Astuti, yang tercatat sebagai warga Desa Argosari, Kecamatan Senduro.
Kapolsek Senduro, Akp Wahono Pudji menyatakan bahwa kedua pelaku langsung mendatangi Polsek Senduro, beberapa jam setelah video penemuan bayi ini beredar luas dan viral di media sosial.
"Tadi pagi setelah bayi ditemukan langsung kita bawa ke puskesmas Senduro untuk menjalani perawatan. Kondisinya sehat. Kemudian kita di bantu rekan-rekan puskesmas untuk menyebarkan informasi penemuan bayi ini kepada semua bidan desa yang ada di wilayah Kecamatan Senduro dan sekitarnya dan sekitar pukul 8 pagi tadi, kedua pelaku mendatangi ke mako dan mengakui perbuatannya," kata Akp Wahono saat ditemui di Mapolsek Senduro, Rabu (4/2).
"Rupanya kedua pelaku ini ketakutan setelah video penemuan anaknya viral di media sosial," tambahnya.
Kepada polisi, kedua orang tua bayi tersebut menyesal karena telah membuang darah dagingnya sendiri. Mereka mengatakan jika langkah nekat ini dilakukan mereka karena keterbatasan ekonomi.
"Sesuai pengakuannya, mootifnya masalah ekonomi. Pekerjaan mereka sebagai petani, tidak cukup membiayai hidup bayinya karena mereka juga sudah punya satu orang anak. Kita akan terus mendalami motifnya. Yang jelas pelaku pembuangan bayi ini adalah keduanya," terang Wahono.
Sementara itu, Hanifah selaku Bidan Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, sejak awal sudah mengaku curiga jika bayi yang ditemukan tersebut merupakan salah satu pasiennya, yang sehari sebelumnya Ia bantu proses persalinannya.
"Tadi pagi dapat kabar dari grup bidan Senduro terkait penemuan bayi. Kalau lihat ciri-cirinya saya sampai curiga ini bayi yang saya bantu persalinannya kemarin pagi. Setelah saya cek ke sini ternyata benar" ujar Hanifah saat ditemui di Puskesmas Senduro.
Lebih lanjut Hanifah juga menjelaskan bahwa kedua orang tua bayi menolak diantarkan pulang dengan kendaraannya. Bahkan, mereka juga meninggalkan surat nikah karena belum bisa menyelesaikan administrasi.
"Pasiennya pamit pulang, kan biaya administrasinya belum selesai akhirnya buku nikahnya saya tahan ada di rumah. sempat saya tawari untuk diantar pulang namun bilang pulang sendiri. Tidak tahunya akhirnya terjadi seperti ini," pungkasnya.
Hingga saat ini, bayi laki-laki yang dibuang sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Senduro.
Sebelumnya, bayi laki-laki ditemukan warga dalam kondisi terbungkus selimut di warung gorengan milik Adi Lesmono di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro dan sempat menggemparkan warga. (wso/gol)