- tvOne - mahrus
Viral Pompa Air Kuro Lamongan Tak Beroperasi di Tengah Banjir, Kadis SDA: Terkendala Sosial
Lamongan, tvOnenews.com – Beredar sebuah video yang direkam warga di lokasi Pintu Air Kuro, Lamongan, yang viral di media sosial. Dalam unggahan video tersebut, yang beredar pada Minggu (11/01) sore, tampak sejumlah pipa raksasa yang seharusnya berfungsi menyedot air luapan Bengawan Jero terlihat “nganggur” dan tidak mengeluarkan air sama sekali.
Warga yang merekam video tersebut meluapkan kekecewaannya karena kondisi banjir yang semakin parah, namun infrastruktur pompa untuk mengurangi banjir yang tersedia dinilai hanya menjadi “pajangan”.
“Iki lho karepe piye, nggo pajangan tok (Ini lho maunya bagaimana, cuma buat pajangan saja). Gak jelas,” ujar perekam video sambil menunjukkan deretan pipa yang tidak beroperasi di tengah genangan air yang tinggi.
Kekecewaan warga tersebut didasari oleh kondisi banjir di kawasan Bengawan Jero yang kian meluas dan merendam permukiman serta akses jalan. Pompa Air Kuro dianggap sebagai tumpuan utama untuk mengurangi beban air yang merendam wilayah tersebut.
Menanggapi keluhan yang viral tersebut, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, memberikan klarifikasi terkait operasional mesin pompa di lokasi tersebut. Menurutnya, terdapat kendala teknis dan sosial yang membuat pompa tidak bisa bekerja selama 24 jam penuh.“Batas operasional pompa itu sebenarnya sampai jam 5 sore. Kalau dipaksakan beroperasi pada malam hari, warga sekitar sering melayangkan protes karena suara genset yang sangat bising,” jelas Erwin saat dikonfirmasi, Senin (12/01).
Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan upaya komunikasi agar pompa dapat beroperasi lebih lama demi mempercepat surutnya air banjir di Bengawan Jero.“Ini masih dicoba dikomunikasikan. Kemarin sudah dikomunikasikan dengan Ibu Kades dan sudah oke (untuk operasional malam). Cuman, yang pompa dari BBWS dan Provinsi masih dilaporkan ke pimpinan untuk tindak lanjutnya,” tambah Erwin.
Meski demikian, warga berharap ada solusi cepat agar masalah tersebut tidak menghambat penanganan banjir. Mengingat curah hujan yang masih tinggi, keterlambatan penyedotan air dikhawatirkan akan memperparah kerugian material yang dialami masyarakat terdampak di kawasan Bengawan Jero.