news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ratusan Jagal dan Pedagang RPH Pegirian Lanjut Mogok Kerja Massal.
Sumber :
  • tvOne - Zainal Azkhari

Ratusan Jagal dan Pedagang RPH Pegirian Lanjut Mogok Kerja, Distribusi Daging di Surabaya Terdampak

Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa rencana relokasi RPH Pegirian ke TOW tetap dijalankan meskipun mendapat penolakan keras dari para pelaku usaha daging.
Selasa, 13 Januari 2026 - 08:35 WIB
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com – Ratusan jagal dan pedagang daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian Surabaya menggelar aksi mogok kerja massal sejak Senin (12/01). 

 

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap rencana relokasi RPH ke kawasan Tambak Oso Wilangun (TOW) yang dinilai merugikan pelaku usaha daging.

 

Tak hanya menghentikan aktivitas pemotongan, para pedagang juga kompak menolak mendistribusikan daging  ke seluruh wilayah Kota Surabaya. Akibatnya, pasokan daging sapi ke pasar tradisional, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga pelaku UMKM terhenti total.

 

“Kami pastikan tidak ada peredaran daging sapi dari RPH Pegirian. Mogok ini dilakukan secara total,” tegas Abdullah Mansyur koordinator jagal dan pedagang daging sapi Surabaya.

 

Menurut Abdullah RPH Pegirian selama ini menjadi salah satu pusat pemotongan dan distribusi daging sapi terbesar di Surabaya. Dengan terhentinya aktivitas pemotongan, ia memperkirakan akan terjadi penurunan suplai daging yang signifikan dalam beberapa hari ke depan.

 

“Kalau mogok ini berlanjut, berapa ton daging tidak bisa kami suplai. Dampaknya bukan hanya Surabaya, tetapi juga daerah lain yang bergantung pada pasokan dari Pegirian. Selain itu, gejolak harga juga akan dirasakan mulai dari peternak, distributor, pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga konsumen,” ujarnya.

  

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa rencana relokasi RPH Pegirian ke TOW tetap dijalankan meskipun mendapat penolakan keras dari para pelaku usaha daging.

 

Kepastian ini disampaikan seusai audiensi antara perwakilan jagal dan Pemkot Surabaya di Balai Kota, Senin (12/1) yang digelar usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Surabaya.

 

“Dalam audiensi tadi, posisi masing-masing tetap. Pemerintah kota menyampaikan bahwa relokasi berjalan sesuai rencana, sementara teman-teman jagal masih belum sepakat dan memilih tetap memanfaatkan Pegirian,” Jelas Fajar Direktur RPH Pegirian.

 

Selain mogok kerja, para jagal juga akan menggelar aksi demonstrasi dengan massa yang lebih banyak jika tidak ada pertemuan langsung dengan Wali Kota Surabaya. Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap stabilitas pasokan pangan dan ekonomi di Kota Pahlawan cukup besar. (zaz/ias)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral