- moh mahrus
Usai Lapor Polisi, Para Korban Arisan Bodong Puluhan Miliar Datangi Rumah Pelaku
Branding di media sosial yang dibangun Elda mampu menyihir para pelapor hingga merasa tergiur dan percaya sampai menyetor uang hingga puluhan juta rupiah. Modus penipuan tersebut terendus para pelapor ketika keuntungan yang ia janjikan tidak kunjung diberikan sejak 30 Juli 2025.
“Arisan yang sudah berjalan sejak lima tahun dengan menerima uang terkahirnya itu besar-besar,” tambah salah satu pelapor.
Menurut salah satu pelapor, dalam mencari member baru, Elda akan menghubungi para member dengan pekerjaan tertentu dengan harapan dapat membayar uang arisan dengan lancar.
Beberapa pelapor sebelumnya juga sempat menghubungi perempuan asal Kecamatan Solokuro tersebut untuk meminta kejelasan perjanjian yang sebelumnya sudah disepakati namun belum ada jawaban. Meskipun belum ada jawaban, beberapa pelapor merasa bingung karena Elda tetap aktif untuk memuat konten di salah satu aplikasi video pendek, Tiktok.
Kuasa hukum para terlapor Indahwan Suci Ningati, mengatakan para telapor yang datang ke Mapolres Lamongan untuk melaporkan kasus tersebut sebanyak 144 orang dan kerugian sementara mencapai Rp20 miliar. Menurutnya jumlah tersebut akan terus bertambah.
Ia menambahkan kasus tersebut mencuat ketika pihak penyelenggara arisan tersebut tiba-tiba menghilang dan menutup semua akun media sosialnya.
“Untuk sementara total 144 korban, untuk dari Ngawi belum masuk cuma sudah komunikasi dengan teman-teman LBH, untuk dari Gresik sudah,” ujar Indahwan. (mmr/far)