- tim tvone - happy oktavia
Sebulan Tak Ada Kabar dari Kamboja, Ibu di Banyuwangi Cari Keberadaan Anaknya
Banyuwangi, tvOnenews.com - Sudah sebulan ini, Sulastri (50), warga Lingkungan Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, mencari kepastian kabar Rizal Sampurna (30) putra tunggalnya yang dikabarkan meninggal dunia di Kamboja.
Tidak mendapat kepastian kabar anak semata wayangnya itu, Sulastri yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual nasi bungkus ini memohon agar pemerintah Kabupaten Banyuwangi membantu menemukan keberadaan Rizal Saputra.
Kabar Rizal meninggal dunia di Kamboja didapat Sulastri dari seorang pria yang berada di Kamboja, 5 April 2025 lalu. Namun, Sulastri tidak diberi kejelasan terkait surat keterangan kematian ataupun foto-foto jenazah putranya.
“Kata orang yang menelpon dari Kamboja, anak saya Rizal meninggal dunia karena jantung dan sesak nafas. Tapi saya minta foto jenazah atau kereta lainnya katanya tidak ada karena sudah diamankan polisi,” terang Sulastri.
Hampir 1 bulan ia menanti bukti dan fakta kematian putranya, namun tak satupun petunjuk yang membuka tabir kebenaran nasib Rizal.
Rizal Sampurna (30) adalah lulusan sekolah pelayaran Kabupaten Banyuwangi yang mengadu nasib di luar negeri demi memberikan kehidupan yang lebih layak untuk kedua orang tuanya. Sekali saja Rizal mencoba peruntungan sebagai pekerja migran di Kamboja, namun keluarga justru dikejutkan dengan kabar kematiannya.
Saat ini, Sulastri tak bisa berbuat apapun selain mengharap pertolongan dari pemerintah daerah maupun pihak berwenang yang mampu memberikan pertolongan pada kasus anaknya tersebut.
“Kepada Ibu Ipuk Bupati Banyuwangi, Pak Presiden Prabowo, saya minta tolong, tolong bantu cari anak saya yang dikabarkan meninggal di Kamboja, kalau memang sudah meninggal tolong bantu pulangkan jenazah anak saya,” pinta Sulastri.
Kabar terakhir yang didapat Sulastri, jasad putranya disimpan di tempat penyimpanan jenazah di daerah Phnom Penh Kamboja. Namun, ia telah meminta bantuan salah seorang saudaranya yang bekerja sebagai TKI juga namun jasad putranya tidak ditemukan di lokasi yang disebutkan.
“Katanya di Yin Take Care Phnom Penh tapi dicari tidak ada dan masih coba kami cari. Tapi, apa daya kami ini tidak punya pengalaman dalam peristiwa seperti ini. Tolong bantu kami, tolong saya menemukan anak saya,” terang Sulastri.
Terakhir ia berkomunikasi dengan Rizal pada tanggal 16 Maret 2025, menurutnya putranya berniat mengirimkan sejumlah uang untuk bekal Idul Fitri bagi ibunya. Tapi, ia kesulitan untuk keluar lantaran pekerjaannya tidak mencapai target.
“Tanggal 16 itu masih hubungi saya. Tanya gimana caranya kirim uang karena dia tidak bisa keluar,” kisahnya dengan sesenggukan menahan tangis.
Minggu malam, Sulastri telah menggelar acara tahlil yang ke-7 hari untuk mendoakan putranya. Meski tak tahu kabar kebenaran kematian putranya, Sulastri tetap menggelar acara tahlilan setelah berembuk dengan keluarga, dan berharap melalui doa-doa baik putranya bisa dipulangkan apapun kondisinya. (hoa/hen)