- Antara
Eksklusif! Pengakuan Dua Eksekutor Penembak Istri TNI: Disuruh Nembak Kepalanya, Tapi Saya Nggak mau, Nggak Tega
Komunikasi Kopda Muslimin dengan mas Sugiyono ataupun panduannya seperti apa?
Tersangka Sugiono: Saya sudah mulai keluar. Pakai jaket kuning orangnya, bilang gitu, pakai motor putih bilang gitu. Udah.
Disuruh menembak langsung begitu, atau bagian tertentu atau lukai aja?
Tersangka Sugiono: Disuruh nembak kepalanya, tapi saya nggak mau, nggak tega.
Wawancara dengan Tersangka Agus
Mas Agus, seperti apa hingga akhirnya mas memilih teman-teman ini atau kenal dengan kopda M hingga akhirnya menerima orderan seperti ini?
Tersangka Agus: Saya cuma dikenalkan waktu itu. Dikenalkan sama bang Muslimin sama saudara Babi terus saya diceritakan tentang keluh kesah keluarganya terus akhirnya saya dan saudara Babi disuruh untuk mencelakai atau membunuh istrinya.
Alasannya apa?
Tersangka Agus: Menurut bang Mus sudah nggak kuat dengan tekanan istrinya.
Berapa lama sebelum kejadian ini?
Tersangka Agus: Sebelum tiga minggu sebelum kejadian.
Sebelumnya ada upaya dengan racun dan lain sebagainya, apa yang membuat melilih untuk menembak, apakah ada arahan dari kopda M atau memang inisiatif teman-teman?
Tersangka Agus: Arahan dari bang Mus untuk nembak.
Mengenai senpi apakah ada arahan juga, saya punya kenalan di sini, beli di sini dong, atau memang kebetulan kenal?
Tersangka Agus: Kalau untuk masalah senpi menag awalnya bang Mus yang nyuruh mencari, kalau bisa dibunuh dengan senpi biar cepat, gitu.
Untuk fee, atau bayarannya mas Agus yang menawarkan atau kopda M?
Tersangka Agus: Oh nggak waktu itu dia langsung ngomong Rp200 juta, eksekusi berhasil dikasih Toyota Yaris sama saya dia ngomong begitu, cuman setelah eksekusi dikasih Rp120 juta.
Mas agus kenal dengan mbak Rina?
Tersangka Agus: Belum kenal, saya juga belum pernah ketemu.
Berarti tahu ini targetnya atas instruksi atau bagaimana?
Tersangka Agus: Atas instruksi bang Mus.
Untuk pembagian fee kepada teman-teman apakah terserah atau kopda M menginstruksikan pada mas agus sebagai leader atau bagaimana?
Tersangka Agus: Untuk itu terserah nggak ada yang milih.