news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai kopi melalui pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonosobo..
Sumber :
  • Istimewa

KAPPI Perkuat Kapasitas Perempuan di Rantai Nilai Kopi melalui Pelatihan KWT di Wonosobo

Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai kopi melalui pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonosobo.
Jumat, 24 April 2026 - 17:51 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai kopi melalui pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonosobo. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta akses pasar di tingkat komunitas.

Pelatihan yang berlangsung pada 6–7 April 2026 di Resto Anjani tersebut melibatkan sekitar 30 peserta dari KWT Mawar Putih dan Maju Mukti. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan penguatan keterampilan praktis sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah, teknik penyajian (plating), hingga pengemasan (packaging) yang lebih kompetitif di pasar. Sejumlah produk olahan yang dikembangkan mencakup makanan dan minuman berbasis bahan lokal, termasuk pemanfaatan kopi sebagai bagian dari inovasi produk turunan.

Selain penguatan di sisi produksi, pelatihan juga mencakup aspek pemasaran, termasuk pengenalan strategi digital marketing. Peserta dibekali kemampuan memotret produk menggunakan perangkat sederhana, mengolah visual konten, serta memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung promosi secara mandiri.

Roby Wibisono, mewakili KAPPI (Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia), menyampaikan bahwa penguatan kapasitas di tingkat komunitas, khususnya perempuan, merupakan elemen penting dalam menjaga keberlanjutan sektor kopi nasional.

“Rantai nilai kopi tidak hanya berhenti di produksi biji, tetapi juga pada bagaimana nilai tambah diciptakan di tingkat komunitas. Perempuan memiliki peran strategis dalam proses ini, terutama dalam pengolahan dan pengembangan produk turunan. Karena itu, penguatan kapasitas menjadi kunci agar mereka dapat masuk ke aktivitas ekonomi yang lebih produktif,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan KAPPI menitikberatkan pada keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan kondisi lokal, sehingga memiliki potensi untuk langsung diadopsi dan dikembangkan oleh peserta.

“Kami melihat bahwa potensi ekonomi berbasis kopi di tingkat komunitas masih sangat besar. Dengan dukungan pengetahuan yang tepat—mulai dari produksi hingga pemasaran—komunitas dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas sumber pendapatan,” tambahnya.

Salah satu peserta pelatihan, Marlianingsih, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru terkait pengolahan bahan baku lokal menjadi produk bernilai jual.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral