- ANTARA/I.C. Senjaya
Polda Jateng Ungkap Aktivitas Tambang Galian Ilegal di Boyolali dan Kendal, Dua Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Semarang, tvOnenews.com - Polda Jawa Tengah mengungkap praktik dua lokasi tambang ilegal golong C yang terletak di Kabupaten Boyolali dan Kendal. Tambang ini dikhawatirkan merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak bencana alam.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djoko Julianto mengatakan, penyidik telah menetapkan tersangka yang masing-masing merupakan pengelola tambang ilegal tersebut.
Di lokasi tambang pasir di Dusun Gowok, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, penyidik menetapkan pengelola berinisial R (52) sebagai tersangka.
Sementara di lokasi tambang tanah uruk di Desa Karanggeneng, Kabupaten Boyolali, polisi menetapkan pengelola berinisial S (40) sebagai tersangka.
"Dari kedua lokasi diamankan pula ekskavator dan dump truk yang digunakan untuk kegiatan pertambangan," kata Kombes Pol Djoko Julianto, Senin (23/2/2026).
Djoko Julianto menjelaskan untuk tambang ilegal di Kendal, harga per rit pasir sebesar Rp800 ribu, sementara tanah uruk dari tambang di Boyolali harganya Rp165 ribu per rit.
"Pertambangan yang baru beroperasi sekitar dua bulan itu tidak dilengkapi izin," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, aktivitas pengerukan lahan tanpa kajian lingkungan dan pengawasan teknis menimbulkan risiko kerusakan lingkungan serta potensi bencana bagi masyarakat.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. (ant/buz)