- Tim tvOne - Mohammad Hamzah
Pendaki Asal Magelang Hilang di Gunung Slamet, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian
Pemalang, tvOnenews.com – Pendakian tektok dua pemuda asal Magelang di Gunung Slamet berubah menjadi peristiwa mencekam. Satu pendaki berhasil ditemukan selamat, sementara satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Dua pendaki tersebut adalah Himawan Choidar Bahran, warga Desa Jambewangi, Kecamatan Serang, Magelang dan Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara. Keduanya melakukan pendakian tektok melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Mereka tercatat melakukan registrasi pendakian di Basecamp Dipajaya pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, pukul 23.00 WIB.
Sesuai rencana, keduanya diperkirakan turun pada Minggu (28/12/2025) sore. Namun hingga malam hari, keduanya tak kunjung kembali ke basecamp.
Kondisi tersebut membuat pengelola basecamp mengambil langkah cepat dengan mengirimkan personel untuk melakukan pencarian awal di jalur pendakian.
Satu Pendaki Ditemukan Lemas
Upaya pencarian membuahkan hasil pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Tim basecamp menemukan Himawan Choidar Bahran di sekitar Pos 9 dalam kondisi lemas. Himawan kemudian dievakuasi dan tiba di basecamp pada pukul 17.50 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengatakan Himawan dan Syafiq terpisah saat perjalanan turun akibat kabut tebal.
“Mereka terpisah saat turun. Kabut sangat tebal. Himawan menunggu di pos, sementara Syafiq mencoba mencari bantuan,” jelas Sutrisno.
Dari keterangan Himawan, diketahui ia mengalami cedera kaki sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Syafiq kemudian memutuskan berjalan lebih dulu untuk mencari pertolongan.
Hingga Kamis (1/1/2026), Syafiq Ridhan Ali Razan belum ditemukan. Pencarian kini melibatkan tim SAR gabungan, termasuk relawan dan unsur Basarnas.
Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Andri Adi, mengatakan meski cuaca ekstrem, upaya pencarian tetap dilanjutkan.
“Meski cuaca buruk, apel dan penerjunan personel pencarian tetap lanjut,” kata Andri.
Tim SAR melakukan penelusuran menyeluruh di jalur pendakian hingga Pos 9, namun cuaca menjadi kendala utama.
Anggota SAR Dipajaya, Slamet Riyadi, menyebut hujan, angin kencang, dan badai beberapa kali memaksa tim menghentikan sementara pencarian.
“Tiga kali kami naik terkendala cuaca. Tadi badai, hujan, dan angin cukup kencang,” ujarnya.