- Deden Ahdani/tvOne
Kasus Teror Mutilasi Puluhan Kucing di Tasikmalaya, Polisi Olah TKP dan Gali Makam Kucing di Pasar Indihiang
"Setelah digali ternyata benar ada jasad kucing-kucing itu. Sungguh sadis. Kasihan mereka. Kalau tak suka kucing ya diusir saja, jangan dibunuh. Saya harap polisi dapat segera menangkap pelakunya," katanya.
Rellys berharap kasus mutilasi puluhan kucing ini segera terungkap agar pelakunya ditangkap dan motifnya apa.
Ia meminta doa kepada para pecinta kucing seluruh Indonesia agar pihak kepolisian bisa secepatnya mengungkap kasus ini.
Sebelumnya diberitakan, warga Kota Tasikmalaya digegerkan dengan teror penyiksaan dan mutilasi kucing.
Beberapa hari terakhir, warga banyak menemukan potongan tubuh kucing yang disimpan di pasar dan tempat umum.
Kasus yang viral di media sosial terjadi di dua tempat, yakni di Pasar Cikurubuk dan Pasar Indihiang.
Di Pasar Cikurubuk, warga menemukan total 10 ekor kucing. Dari jumlah total 10 ekor hanya dua kucing yang bisa diselamatkan.
Namun, kondisinya mengenaskan dan saat ini sudah diobati. Bahkan, ada seekor kucing yang tengah hamil disayat bagian perutnya dan diambil plasentanya sehingga anak-anak dari kucing itu mati.
Di Pasar Indihiang, warga menemukan 13 ekor kucing. Semuanya mati tak terselamatkan karena bagian kepalanya putus.
Menurut Rellys, pelaku penyiksaan dan mutilasi kucing itu pelakunya masih orang yang sama.
Sebab, jam eksekusinya juga hampir sama, yakni pada pukul 03.00 dini hari dan dilakukan di dua pasar yang berbeda.
"Makanya ini sudah keterlaluan. Sudah sadis banget makanya saya ingin lapor ke Polres untuk menindaklanjuti. Siapa tahu pelakunya sama karena jam eksekusinya sama di Cikurubuk jam 03.00 subuh," ucap Rellys.
Guna mempercepat pengungkapan kasus ini, Komunitas Tasikmalaya Peduli Kucing mengadakan sayembara.
Jika masyarakat melihat seseorang menyiksa dan memutilasi kucing bisa langsung melapor ke komunitas dengan menghubungi nomor HP yang sudah disebar.
Rellys berharap aparat kepolisian bisa segera mengungkap siapa pelaku penyiksaan dan mutilasi puluhan ekor kucing secara sadis ini.
Tujuannya agar diketahui apa motif dan tujuan pelaku melakukan aksi sadis tersebut. (dai/nsi)