news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lewat Upaya Ini, Kaum Perempuan di Bandung Didorong untuk Naik Kelas.
Sumber :
  • Istimewa

Lewat Upaya Ini, Kaum Perempuan di Bandung Didorong untuk Naik Kelas

Kaum perempuan di Kota Bandung terus digodok agar dapat berdaya secara ekonomi.
Senin, 30 Maret 2026 - 03:22 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Kaum perempuan di Kota Bandung terus digodok agar dapat berdaya secara ekonomi.

Upaya pemberdayaan ekonomi perempuan dilakukan oleh Yayasan Indonesia Setara (YIS) melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.

Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahudin Uno menilai langkah ini sebagai strategi konkret untuk mendorong perempuan naik kelas dari sekadar pelaku rumahan menjadi wirausaha mandiri berbasis pasar modern.

Program bertajuk 'Workshop Mochi Kekinian: Lezat, Laris, Panen Cuan' yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat menjadi bukti nyata pendekatan tersebut.

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta, mayoritas ibu-ibu yang tidak hanya belajar membuat produk mochi kekinian tetapi juga dibekali strategi pemasaran digital.  

Sandiaga Uno menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya berhenti pada pelatihan keterampilan dasar. 

“Kita ingin perempuan Indonesia tidak hanya bisa produksi, tetapi juga mampu menjual, membangun brand, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar,” kata Sandiaga Uno, Senin (30/3/2026).

Menurutnya pendekatan yang menggabungkan pelatihan praktis dan literasi digital menjadi kunci keberhasilan program ekonomi berbasis komunitas. 

Ia menilai peluang usaha kuliner seperti mochi memiliki potensi besar karena mudah diproduksi, fleksibel, dan memiliki pasar yang luas, terutama jika dikemas secara kreatif dan dipasarkan secara online.

Workshop ini sendiri diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan BSI Maslahat, Rumah Zakat, dan OK OCE Forever. 

Selain praktik pembuatan Mochi Bread dan Mochi Daifuku bersama Chef Deasy, peserta juga mendapatkan edukasi penggunaan teknologi seperti ChatGPT untuk membuat konten promosi dan ide bisnis.  

Selama kegiatan berlangsung, peserta berhasil mencatat 377 pesanan produk mochi dengan estimasi potensi pendapatan mencapai Rp2.262.000.

Angka ini menunjukkan bahwa produk yang diajarkan tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga memiliki daya jual di pasar.  

Sandiaga menambahkan, keberhasilan ini menjadi indikator bahwa model pelatihan berbasis praktik langsung dan simulasi pasar sangat efektif. 

“Kalau hari pertama saja sudah bisa menghasilkan penjualan, ini berarti modelnya tepat. Tinggal bagaimana kita skalakan agar dampaknya lebih luas,” katanya.(raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:52
05:26
04:52
09:49
01:22
08:38

Viral