- Istimewa
Tini Indrayanthi Benyamin dan Truetami Ajeng Pilar Dorong Perempuan Cerdas, Mandiri, dan Religius
Hj. Tini mengajak perempuan untuk terus belajar dan memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan bosan mencari ilmu, jangan takut bertanya, dan jangan tinggalkan sholat lima waktu. Itu menjadi perlindungan agar kita tidak salah melangkah,” tuturnya.
- Istimewa
Kartini Masa Kini Tercermin dari Perempuan Tangguh
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan, Truetami Ajeng Pilar, melihat bahwa sosok Kartini masa kini tercermin dalam perempuan-perempuan tangguh di Tangerang Selatan.
“Banyak sekali ‘Kartini-Kartini’ di Tangsel, yaitu ibu-ibu pekerja keras yang menjadi penyangga keluarga. Mereka kuat, sabar, dan terus berjuang di tengah tantangan zaman,” katanya.
Ajeng menilai bahwa perempuan saat ini harus memiliki kemandirian, termasuk dalam aspek ekonomi, tanpa meninggalkan tanggung jawab utama dalam keluarga.
“Perempuan tidak perlu ragu untuk mandiri secara finansial. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi ke depan. Setidaknya kita bisa membantu ekonomi keluarga dan menjadi contoh bagi anak-anak,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya literasi teknologi bagi perempuan agar tidak tertinggal di era digital.
“Ibu-ibu harus melek teknologi, termasuk AI dan platform digital. Ini penting untuk mendukung peran sebagai pendidik utama bagi anak,” ujarnya.
Menurut Ajeng, perempuan modern ideal adalah mereka yang mampu memadukan kecerdasan, modernitas, dan religiusitas dalam kehidupan sehari-hari.
“Cerdas itu tidak menutup diri dari perkembangan zaman, modern berarti adaptif, dan religius berarti bijak dalam menggunakan teknologi dan menjaga nilai-nilai kehidupan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya integritas perempuan, termasuk keberanian untuk berkata “tidak” terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip.
“Perempuan yang berani berkata tidak adalah perempuan yang tahu batasan, punya integritas, dan bertanggung jawab atas pilihannya,” tegasnya.
Menutup pesannya, Ajeng mengajak perempuan untuk terus saling menguatkan dan memahami peran masing-masing.
“Kita harus menjadi perempuan yang tangguh, cerdas dalam peran, dan tetap religius. Kartini masa kini adalah perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan dan bertanggung jawab atas itu,” katanya.(chm)