news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sejumlah anak bermain air banjir di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu..
Sumber :
  • Antara

Sungai Cibereum Meluap, Akses Jalan Utama Putus

Banjir akibat luapan Sungai Cibereum memutus akses jalan utama sepanjang satu kilometer di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, sehingga menyebabkan puluhan kepala keluarga di wilayah tersebut terisolasi.
Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:21 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Banjir akibat luapan Sungai Cibereum memutus akses jalan utama sepanjang satu kilometer di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, sehingga menyebabkan puluhan kepala keluarga di wilayah tersebut terisolasi.

Nuriyadi Hakiki, salah seorang warga Kampung Nusa di Serang, Sabtu, mengatakan banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter tersebut telah terjadi sejak Rabu (21/1).

"Ini banjir yang ketiga kalinya dan yang paling parah. Di RT 01 ada 70 Kepala Keluarga (KK). Tidak semua rumah terendam, namun dampaknya akses kami tertutup semua, warga tidak bisa ke mana-mana," ujar Nuriyadi.

Menurut dia, seluruh akses keluar masuk kampung, khususnya jalur utama Majasari-Nusa, lumpuh total. Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga untuk berangkat dan pulang bekerja.

Ia menjelaskan, meskipun saat ini debit air yang sempat masuk ke rumah-rumah warga sudah mulai surut, akses jalan diperkirakan masih belum bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, hingga tiga hari ke depan.

"Arah ke sini tertutup, arah ke sana tertutup. Walaupun air surut, mungkin butuh tiga hari lagi akses jalan baru bisa lewat," katanya.

Untuk mobilitas darurat, warga saat ini mengandalkan bantuan satu unit perahu karet dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Polsek setempat. Namun, Nuriyadi menilai jumlah tersebut belum memadai mengingat banyaknya warga yang membutuhkan akses penyeberangan.

"Alhamdulillah ada bantuan perahu, cuma satu perahu itu tidak cukup buat warga karena ini akses utama," tambahnya.

Terkait bantuan logistik, warga mengaku sejauh ini baru menerima bantuan dari Kepala Desa Parakan yang ditujukan bagi warga terdampak. Warga berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah mengingat aktivitas ekonomi mereka terganggu akibat terputusnya akses jalan.(chm)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral