news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

50 Ribuan Tentara AS Invasi Darat Iran?

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:40 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana pengerahan sekitar 50 ribu pasukan Amerika Serikat di kawasan Teluk memicu spekulasi kemungkinan invasi darat ke Iran.

Namun sejumlah pengamat menilai skenario tersebut berisiko tinggi dan tidak mudah dilakukan, baik dari sisi militer maupun politik domestik Amerika Serikat.

Analisi Kajian Intelejen Ridlwan Habib menyebut Pentagon telah menempatkan pasukan dalam posisi siaga, termasuk marinir dan pasukan lintas udara.

Namun, invasi darat dinilai akan menghadapi tantangan besar dari kekuatan infanteri Iran yang telah lama mempersiapkan pertahanan berbasis geografis dan milisi lokal.

Menurutnya, pasukan darat Amerika akan menghadapi artileri jarak dekat serta sistem pertahanan Iran yang tersebar di wilayah pegunungan. Selain itu, dukungan udara juga dinilai berisiko karena berada dalam jangkauan rudal balistik Iran.

Sementara itu, pengamat Timur Tengah Pizaro Ghozali Idrus menilai skenario invasi darat berskala penuh membutuhkan pasukan jauh lebih besar.

Ia mencontohkan invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003 melibatkan sekitar 170 ribu pasukan, sedangkan wilayah Iran empat kali lebih luas dengan populasi sekitar 90 juta jiwa.

Ia juga menyoroti faktor geografis Iran yang bergunung-gunung, serupa dengan Afghanistan, yang sebelumnya menyulitkan operasi militer Amerika selama dua dekade. Kondisi tersebut dinilai memberi keuntungan bagi pertahanan Iran dalam perang darat.

Selain faktor militer, pertimbangan politik domestik Amerika juga menjadi hambatan. Survei publik menunjukkan mayoritas masyarakat Amerika menolak invasi darat, sementara tekanan politik dalam negeri dapat memengaruhi keputusan pemerintah.

Pengamat menilai pengerahan pasukan saat ini juga dapat menjadi bagian dari strategi tekanan diplomatik agar Iran kembali ke meja perundingan, bukan semata-mata untuk invasi penuh.

Meski demikian, perkembangan situasi dinilai masih dinamis. Sejumlah opsi, termasuk operasi terbatas di titik strategis seperti Selat Hormuz atau fasilitas tertentu, disebut lebih mungkin dibandingkan invasi darat berskala penuh.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
01:53
02:45
01:32
09:34
01:46

Viral