news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengamat Timteng Sebut Peluang Negara Lain Ikut Perang Iran VS AS Israel Sangat Terbuka

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:22 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com – Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang sempat berada di Iran, Purkon Hidayat menceritakan situasi di negara tersebut sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel memanas pada akhir Februari 2026.

Menurutnya, kondisi di lapangan memang menunjukkan suasana perang dengan sejumlah ledakan yang terjadi di berbagai lokasi.

Purkon menjelaskan serangan pertama terjadi pada 28 Februari, tidak lama setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan.

Ia menyebut pemerintah Iran saat itu juga menyampaikan kekecewaan karena menganggap perundingan tersebut sebagai kesempatan terakhir yang diberikan kepada Washington.

Ia mengungkapkan salah satu ledakan bahkan terdengar sangat dekat dengan kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 05.30 waktu setempat, saat Duta Besar Indonesia sedang memberikan pengarahan menjelang proses evakuasi WNI.

Selain itu, Purkon mengatakan beberapa hari sebelumnya juga terjadi serangan terhadap depot bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah titik. Ia menyebut terdapat lebih dari 20 lokasi yang menjadi sasaran, termasuk fasilitas besar di wilayah barat Teheran.

Meski demikian, aktivitas masyarakat di Iran tidak sepenuhnya berhenti. Sebagian warga memang memilih meninggalkan ibu kota, terutama menuju wilayah utara yang dianggap lebih aman. Namun berbagai kegiatan ekonomi masih berjalan dengan sejumlah pembatasan.

Purkon menilai situasi di Teheran berada dalam kondisi mendekati normal, meskipun tidak sepenuhnya stabil akibat ancaman serangan yang masih berlangsung.

Dalam dialog yang sama, analis hubungan internasional Pizaro Gozali menilai konflik tersebut berpotensi meluas jika semakin banyak negara terseret ke dalamnya.

Ia menyebut sejumlah dinamika geopolitik, termasuk posisi Turki, Korea Utara, Rusia, hingga China, dapat memengaruhi arah konflik di kawasan Timur Tengah.

Namun menurutnya banyak negara di kawasan sebenarnya berupaya menahan eskalasi agar perang tidak meluas.

Negara-negara Timur Tengah, kata dia, tetap membutuhkan hubungan dengan Iran sebagai negara tetangga di kawasan.

Sementara itu Purkon menilai salah satu jalan untuk meredakan ketegangan adalah melalui pencabutan sanksi terhadap Iran serta pembentukan mekanisme keamanan regional tanpa campur tangan kekuatan luar.

Ia mengatakan Iran selama puluhan tahun hidup di bawah sanksi internasional sehingga masyarakatnya telah terbiasa menghadapi tekanan ekonomi.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral