Presiden Mexico Pastikan Negaranya Aman untuk Gelaran Piala Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang kekerasan melanda sejumlah wilayah di Meksiko setelah tewasnya pemimpin kartel Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.
Insiden tersebut memicu aksi balasan berupa pemblokiran jalan, pembakaran kendaraan, hingga bentrokan antara kelompok kriminal dan aparat keamanan, terutama di negara bagian Jalisco.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran publik, khususnya terkait kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai Juni mendatang.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa kondisi keamanan nasional tetap terkendali.
Sheinbaum menyatakan pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjamin keselamatan warga dan pengunjung internasional.
Ia menekankan bahwa aksi kekerasan yang terjadi bersifat lokal dan tidak akan mengganggu penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Ia juga menyinggung bahwa insiden serupa pernah terjadi di negara bagian Sinaloa, di mana penangkapan tokoh kartel kerap memicu aksi balasan sementara.
Negara bagian Jalisco menjadi salah satu titik paling terdampak, mengingat wilayah tersebut merupakan basis kuat kartel.
Beberapa aksi pembakaran kendaraan dan pemblokiran jalan sempat dilaporkan, memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Namun aparat keamanan bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah 13 pertandingan dari total 104 laga Piala Dunia 2026. Empat pertandingan di antaranya akan digelar di Guadalajara.
Selain itu, sejumlah laga pemanasan akan berlangsung sebelum turnamen resmi dibuka pada 12 Juni 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa keamanan pengunjung internasional tetap menjadi prioritas utama.
Koordinasi dengan aparat keamanan federal dan lokal terus diperkuat guna memastikan ajang olahraga terbesar dunia tersebut berjalan aman dan lancar.