news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Produk Amerika yang Masuk Sudah Sertifikasi Halal, MUI Tetap Pegang Standar Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:17 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Isu masuknya produk halal asal Amerika Serikat ke Indonesia kembali menjadi perbincangan.Kepala BPJPH Haikal Hasan menegaskan bahwa produk tersebut pada dasarnya telah mengantongi sertifikasi halal di negara asalnya. 

Dengan demikian, persoalan yang dibahas bukan lagi mengenai status halal atau tidak, melainkan mekanisme pengakuan standar dan proses administrasinya di Indonesia.

Di Amerika Serikat, sertifikasi halal diselenggarakan oleh sejumlah lembaga, antara lain Islamic Services of America, American Halal Foundation, Islamic Society of Washington Area, serta Halal Transactions of Omaha. 

Lembaga-lembaga tersebut melakukan verifikasi produk sesuai standar halal yang berlaku dan telah diakui dalam jaringan halal internasional.

Haikal Hasan juga menyebut muncul konsep mutual recognition atau saling pengakuan standar. Praktik ini lazim dalam perdagangan internasional, di mana dua negara mengakui sistem sertifikasi masing-masing sepanjang memenuhi persyaratan yang disepakati. 

Dalam konteks pangan dan obat-obatan, misalnya, lembaga seperti Food and Drug Administration di Amerika Serikat memiliki kredibilitas global, sementara di Indonesia terdapat Badan Pengawas Obat dan Makanan yang menjalankan fungsi pengawasan serupa.

Dari sisi kehalalan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui fatwa-fatwanya dikenal menerapkan pendekatan yang cenderung berhati-hati. 

Dalam praktik penyembelihan, misalnya, standar Indonesia mensyaratkan pemotongan empat saluran utama agar seluruh mazhab dapat menerimanya. 

Pendekatan tersebut dinilai membuat standar halal Indonesia cukup ketat dan dapat diterima lintas pandangan.

Maka MUI pun menegaskan apabila produk dari luar negeri akan masuk ke Indonesia, maka tetap harus mengikuti standar yang berlaku di dalam negeri.

Artinya, mekanisme pengakuan bukan berarti melepas kontrol, melainkan memastikan proses verifikasi berjalan sesuai aturan nasional.

Terkait kekhawatiran bahwa masuknya produk halal Amerika dapat mematikan industri halal domestik, pandangan yang berkembang menyebut hal tersebut belum tentu terjadi. 

Dalam teori perdagangan internasional, produk dari dua negara dengan karakteristik ekonomi dan iklim berbeda cenderung bersifat komplementer, bukan saling menggantikan. 

Selain itu, bertambahnya pilihan produk dinilai dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Momentum Ramadan juga disebut sebagai saat yang tepat untuk memperkuat ukhuwah Islamiah.

Perbedaan metode dan standar dipandang sebagai hal yang wajar selama prinsip dasar kehalalan tetap terjaga. Isu sertifikasi halal produk Amerika lebih mengarah pada tata kelola dan harmonisasi standar, bukan pada keraguan atas status halal itu sendiri. 

Pemerintah dan otoritas terkait diharapkan memastikan implementasi pengakuan berjalan transparan dan tetap melindungi kepentingan industri serta konsumen dalam negeri.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral