Golkar Desak Reformasi Seleksi LPDP, Soroti Akses bagi Masyarakat Kurang Mampu
Jakarta, tvOnenews.com - Partai Golkar mendesak adanya reformasi dalam mekanisme seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Golkar menilai proses seleksi saat ini berpotensi lebih menguntungkan kalangan mampu, sementara masyarakat menengah ke bawah semakin sulit mengakses beasiswa studi ke luar negeri.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengkritisi skema seleksi calon penerima beasiswa magister dan doktoral luar negeri yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Ia menilai sistem seleksi yang berlaku belum sepenuhnya berpihak kepada kelompok kurang mampu.
Menurutnya, LPDP seharusnya menempatkan prestasi akademik sebagai standar utama dalam proses seleksi.
Sementara itu, kemampuan bahasa asing yang menjadi salah satu syarat dinilai perlu mendapatkan dukungan fasilitas peningkatan dari pemerintah.
Sarmuji menyebut banyak calon penerima beasiswa yang memiliki nilai akademik baik, namun terkendala skor kemampuan bahasa yang dianggap terlalu tinggi.
Kondisi ini dinilai berpotensi menyulitkan mahasiswa dari latar belakang ekonomi terbatas, yang mungkin tidak memiliki akses terhadap kursus bahasa atau pelatihan intensif berbiaya mahal.
Golkar mendorong agar pemerintah mempertimbangkan skema pendampingan atau program upgrading bahasa bagi calon penerima beasiswa yang secara akademik memenuhi syarat.
Dengan demikian, akses terhadap beasiswa luar negeri dinilai dapat lebih merata dan inklusif.
Desakan reformasi ini disampaikan sebagai upaya memastikan dana pendidikan yang dikelola negara benar-benar dapat membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi.