news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tercatat 80 Orang Hilang dalam Tragedi Longsor di Bandung Barat

Senin, 26 Januari 2026 - 09:30 WIB
Reporter:

Bandung Barat, tvOnenews.com - Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta relawan terus melakukan penyisiran untuk mencari korban tanah longsor yang menimbun permukiman warga di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Pencarian difokuskan di sepanjang jalur puing rumah dan bantaran sungai setelah tim tidak menemukan titik terang di lokasi terakhir korban dilaporkan. 

Area pencarian juga diperluas dengan pemetaan udara menggunakan drone serta penerjunan anjing pelacak untuk membantu mendeteksi keberadaan korban yang masih tertimbun material longsor.

Kendala utama yang dihadapi tim SAR adalah cuaca di lokasi bencana yang cepat berubah. Selain itu, area longsoran membentang sepanjang kurang lebih dua kilometer, dari mahkota longsor hingga lidah longsor, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Pada operasi SAR hari pertama, sebanyak 12 kantung jenazah telah diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Dari jumlah tersebut, enam jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR sempat menghentikan operasi sementara setelah longsor susulan kembali terjadi. Meski demikian, tim berhasil menemukan tambahan korban dalam keadaan meninggal dunia.

Dalam perkembangan terbaru, dua korban kembali ditemukan di bawah timbunan material longsoran, terdiri dari seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun serta seorang laki-laki dewasa. 

Keduanya diduga memiliki hubungan keluarga dan langsung dibawa ke posko Puskesmas Pasirlangu untuk proses identifikasi.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia terus meningkat. Pada hari Sabtu tercatat delapan orang meninggal, kemudian bertambah menjadi 11 korban pada Minggu. 

Hingga hari ini, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 24 orang. Sementara itu, sebanyak 66 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Longsor yang terjadi di kaki Gunung Burangrang tersebut menimbun sedikitnya 30 rumah warga hingga rata dengan tanah. 

Material longsoran yang telah mengeras juga menjadi tantangan tersendiri karena menyulitkan penggalian serta memperlambat proses evakuasi alat berat.

Bencana tanah longsor ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari,  setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut disertai angin kencang. 

Warga terdampak kini mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi longsor susulan.

Selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini berdampak pada ratusan warga yang kini berada di posko pengungsian sambil menunggu kabar anggota keluarga yang masih hilang.

Operasi pencarian dan evakuasi korban hingga kini masih terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:03
01:24
05:06
05:26
04:40
04:58

Viral