news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

KSP Akan Kirim Pompa Apung Ke Lokasi Bencana Sumatra

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:34 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengedepankan informasi yang faktual dan konstruktif, bukan provokasi, di tengah penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. 

Imbauan ini disampaikan menyusul munculnya berbagai narasi yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan bangsa saat situasi darurat.

Menteri Agama menegaskan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang manusiawi, namun kritik seharusnya bersifat membangun dan mendorong perbaikan, bukan menimbulkan fitnah atau perpecahan.

Menurutnya, kritik justru diperlukan sebagai penyeimbang agar pemerintah tidak terbuai pujian dan dapat terus memperbaiki kinerja.

Ia juga menilai masyarakat Indonesia saat ini semakin dewasa dan mampu membedakan antara kritik yang berbasis fakta dengan narasi yang sengaja dibangun untuk provokasi. Dalam situasi bencana, menurutnya, sangat tidak layak mengangkat isu lain yang justru mengalihkan fokus dari upaya penanganan dan pemulihan korban.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menekankan pentingnya memisahkan informasi faktual dengan hoaks. Ia menjelaskan, informasi terkait kekurangan bantuan di lapangan justru diperlukan agar pemerintah pusat dan daerah dapat segera merespons sesuai kebutuhan.

Dalam penanganan bencana di tiga provinsi, KSP menyebut pemerintah tengah menyalurkan sejumlah bantuan darurat, di antaranya pompa apung untuk menyedot air, membersihkan lumpur di jalan dan bangunan, serta menguras genangan di rumah warga.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan water purifier untuk memastikan ketersediaan air bersih yang layak konsumsi bagi warga terdampak.

Ia menjelaskan, karakter bencana kali ini tidak hanya berupa banjir air, tetapi juga lumpur yang membuat air terperangkap dan sulit surut, sehingga membutuhkan penanganan khusus. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan agar distribusi bantuan tepat sasaran.

Terkait komunikasi publik, pemerintah menegaskan telah menunjuk juru bicara resmi dan sekretariat bersama agar informasi yang disampaikan ke publik terkoordinasi dan tidak simpang siur. 

Pemerintah juga mengingatkan agar perbedaan sudut pandang tidak dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba masyarakat.

Menutup perbincangan di awal tahun 2026, Menteri Agama mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperbaiki cara pandang, berpikir objektif dan konstruktif, serta memperkuat energi positif di tengah musibah. 

Ia juga memimpin doa lintas makna agar bangsa Indonesia diberi kekuatan, persatuan, dan kemudahan dalam menghadapi tantangan ke depan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
13:51
02:38
01:18
01:21
01:18

Viral