80 Pesantren Masuk Audit Tahap Pertama dengan Anggaran Rp25 M
Jakarta, tvOnenews.com - Pasca insiden robohnya gedung pondok pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, pemerintah menggelar rapat koordinasi nasional untuk menindaklanjuti arahan Presiden terkait peningkatan keamanan dan kelayakan bangunan pesantren di seluruh Indonesia.
Rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini dihadiri oleh Menteri Agama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Menteri Sekretaris Negara.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas kerawanan struktural di berbagai pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.
Sebagai langkah awal, sebanyak 80 pesantren akan menjalani audit tahap pertama dengan total anggaran sekitar Rp25 miliar.
Audit ini difokuskan untuk menilai kelayakan bangunan serta sistem keamanan di lingkungan pesantren.
Selain audit, pemerintah juga menyiapkan program pelatihan dasar bersertifikat bagi 25.000 santri berusia di atas 18 tahun.
Program ini merupakan bagian dari vokasi di bidang konstruksi, agar para santri memiliki kemampuan dasar dalam memahami keamanan dan perawatan bangunan.
Langkah ini tidak hanya menyasar pesantren, tetapi juga yayasan keagamaan, tempat ibadah, dan lembaga pelayanan publik yang dinilai rawan secara struktural.
Pemerintah berharap upaya ini mampu mencegah terulangnya insiden tragis seperti yang terjadi di Sidoarjo.